LOGISTIKNEWS.ID- Pelabuhan Patimban di Subang Jawa Barat, kini menjadi daya tarik tersendiri bagi pelaku usaha logistik, menyusul kian masifnya project penyelesaian pembangunan pelabuhan tersebut. Bahkan dalam waktu tak lama lagi, akan di operasikan fasilitas Terminal Petikemas pelabuhan Patimban yang bisa layani internasional maupun domestik.
Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban, Moh Arief Agustian mengemukakan, pengoperasian terminal petikemas rencananya dimulai secara bertahap pada Januari 2026.
“Kalau sisi kami terutama yang menyangkut kesiapan fisik didalam pelabuhan Patimban sudah siap untuk kegiatan layanan petikemas,” ujarnya, saat ditemui di kantornya pada Selasa (14/10/2025).
Arief mengungkapkan, fasilitas eksisting yang sudah ready untuk melayani petikemas di pelabuhan Patimban dengan kapasitas 250.000 twenty foot equivalent units (TEUs) saat ini yakni dermaga petikemas sepanjang 420 meter (bisa layani 2 kapal), dengan backup area penumpukan petikemas 10 Hektare.
“Adapun alur dan kolam pelabuhan akan menjadi -14 mLWS (akhir tahun ini) yang sekarang hampir selesai proses pengerukannya,” ucap KSOP Patimban.
Arief berharap keberadaan pelabuhan Patimban bukan sebagai kompetitor pelabuhan lainnya seperti Tanjung Priok namun sebagai pelabuhan yang saling melengkapi demi mewujudkan konektivitas logistik nasional untuk bisa berdaya saing global.
General Manager Operasional PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI) Bastian A.Nugroho saat ditemui di pelabuhan Patimban, pada Selasa (14/10/2025) menambahkan rencananya pada akhir tahun ini akan didatangkan 1 unit alat bongkar muat jenis Mobile Harbour Crane (MHC) dan pada Maret 2026 akan didatangkan 1 unit lagi. Sedangkan pada kuartal ke 4 tahun depan akan di datangkan 1 unit quay container crane (QCC).

“Untuk mendukung layanan petikemas internasional maupun domestik itu nantinya kami akan menyediakan 3 unit QCC dan 9 unit rubber tyred gantry crane (RTG). Harapannya, saat terminal petikemas beroperasi penuh pada akhir Desember 2026, kita sudah siap,” ucap Bastian.
Dia mengatakan untuk menopang layanan petikemas itu, perlu dukungan akses Tol yang mumpuni dari dan ke pelabuhan Patimban.
Akselerasi Akses Tol
Sebelumnya, pelaku usaha logistik di Jawa Barat (Jawa Barat) menyambut positif langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk mengakselerasi pembangunan akses tol ke Pelabuhan Patimban, Subang Jawa Barat, guna mendukung kelancaran arus barang dan konektivitas logistik.
Ketua DPW ALFI Jawa Barat, Irfan Hakim mengatakan pelabuhan Patimban kini telah menjadi episentrum baru dalam pengembangan perekonomian dan industri di luar Jabodetabek yaitu kawasan yang terdiri dari Subang, Sumedang, Majalengka, Indramayu, Kuningan, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon, yang semuanya itu terletak di kawasan bagian utara Provinsi Jawa Barat.
“Sebagai pelaku usaha kami sangat gembira jika aksel tol dari dan ke pelabuhan Patimban yang menghubungkan langsung dengan sentra industri maupun hinterland-nya bisa segera direalisasakikan,” ujar Irfan, kepada Logistiknews.id.
Dia mengungkapkan, kehadiran Pelabuhan Patimban yang notabene merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN), saat ini tidak hanya mempermudah aliran arus barang dan konektivitas sektor pendistribusian dan logistik masa depan, tetapi juga menjadi simpul dari kegiatan ekspor otomotif dari sejumlah kawasan Industrinya di Jawa Barat.
“Dengan kapasitas pelabuhan yang memadai dan akses jalan tol dipersiapkan, kami optimistis akan lebih cepat membangun ekosistem logistiknya yang melibatkan hinterland serta pelaku usaha terkait didalamnya,” ucap Irfan.

Ketua ALFI Jawa Barat itu juga meyakini, dengan optimalisasi operasional pelabuhan Patimban bakal mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat dan mendorong tumbuhnya lapangan kerja.
Apalagi, imbuhnya, Pemerintah saat ini juga terus memperkuat ekosistem investasi di Jawa Barat melalui pengembangan kawasan induatri (Patimban Industrial Estate) yang betlokasi tepat di sebelah Pelabuhan Patimban dan terhubung langsung dengan jaringan jalan tol.
Kawasan industri ini disebut akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat, khususnya di sektor manufaktur dan logistik.
“Patimban merupakan pelabuhan masa depan yang mendekati sentra industri (hinterland-nya),” kata Irfan.
Konektivitas
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengatakan pentingnya percepatan pembangunan akses tol menuju Pelabuhan Patimban, Subang Jawa Barat. Pasalnya kelancaran ekspor sangat bergantung pada konektivitas infrastruktur logistik yang baik.
Dedi menegaskan, pihaknya akan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur strategis yang dapat memperkuat sektor industri dan ekspor. Dengan tersambungnya akses tol menuju Pelabuhan Patimban, Jawa Barat diharapkan semakin siap menjadi pusat ekspor nasional yang efisien, kompetitif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dia menjelaskan, percepatan pembangunan akses jalan menuju pelabuhan akan mendukung kelancaran pengiriman barang ke luar negeri, mempercepat arus logistik, dan meningkatkan efisiensi biaya transportasi bagi pelaku industri di Jawa Barat.
“Patimban itu akses ke tolnya harus segera dipercepat biar ekspornya lancar, sebab kelancaran ekspor bukan hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga memberikan efek domino bagi perekonomian masyarakat,” ucap Gubernur Jabar.[am]













