LOGISTIKNEWS.ID- Pelaku usaha menyatakan, aktivitas logistik dan arus barang dari dan ke Ibukota termasuk dari dan pelabuhan Tanjung Priok masih berjalan normal meskipun ada aksi demo di Jakarta pada 27 Agustus 2026.
Wakil Ketua Umum BPP Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Erwin Taufan, berharap semua elemen masyarakat termasuk pelaku usaha dapat menjaga iklim kondusif nasional saat ini demi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami sebagai pelaku usaha sangat menghargai penyampaian pendapat yang dilakukan masyarakat secara demokratis, dan sebagai pelaku usaha juga sangat berharap tetap mengedepankan kondusifitas bersama,” ujar Taufan pada Kamis (27/8/2026).
Taufan menyampaikan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Indonesia pada triwulan II-2026 tumbuh sebesar 3,73 persen dibanding triwulan I-2026 (q-to-q<span).
Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,26 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 15,08 persen.
BPS juga mencatat bahwa, ekonomi Indonesia triwulan II-2026 tumbuh sebesar 5,29 persen dibanding triwulan II-2025 (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,81 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 15,97 persen.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan, mengungkapkan layanan arus barang dan logistik dari dan ke pelabuhan Priok masih berjalan normal.
“Informasi dari teman-teman trucking di lapangan aktivitas di Priok normal hari ini,” ucap Gemilang.
Seperti diberitakan, menyusul adanya aksi penyampaian pendapat hari ini, juga dilakukan pengaturan/rekayasa lalu lintas di sejumlah titik d8 Jakarta.
Semenrara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa DPR RI siap menerima aspirasi dari berbagai elemen masyarakat dan mengimbau agar peserta demonstrasi menjaga ketertiban, menyusul adanya rencana aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026 di depan kompleks parlemen, Jakarta.
Puan mengharapkan aksi demonstrasi itu tidak menimbulkan kericuhan. Lebih baik, menurut dia, peserta demonstrasi juga turut menjaga ketertiban agar jalannya penyampaian aspirasi berlangsung dengan baik.[am]













