GPEI Usulkan 4 Strategi Jitu untuk Pacu Ekspor Komoditas Pertanian

  • Share
Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno

JAKARTA – Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah khususnya Kementerian Pertanian di bidang ekspor komoditas pertanian dalam program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks).

Apalagi, sebagian dari para eksportir anggota GPEI, selama ini telah mengekspor komoditas pertanian seperti kopi, kakao, biji mete, vanili, sarang walet, dan sejumlah komoditi  lainnya ke berbagai negara di Asia, Eropa, Amerika Serikat, Australia.

“Tren ekspor komoditas pertanian ke berbagai negara masih besar peluangnya, seiring diminatinya makanan segar dan sehat antara lain kedelai edamame, porang, buah-buahan,” ujar Ketua Umum GPEI Benny Soetrisno, pada Rabu (18/8/2021).

Dia mengemukakan, untuk itu GPEI mengusulkan kepada Pemerintah RI melalui Kemeterian dan Lembaga terkait serta stakholders yang terlibat pada kegiatan eksportasi nasional agar memerhatikan empat hal krusial.

Pertama, komoditas pertanian merupakan salah satu potensi ekspor Indonesia yang prospektif dan perlu dikembangkan guna meningkatkan nilai tambah/added value sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Data yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat melepas ekspor komoditas pertanian secara virtual pada Sabtu (14 Agustus 2021) bahwa  nilai ekspor komoditas pertanian selama Januari – Juli 2021 mencapai Rp 282,86 triliun atau naik 14,05% dibanding periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp 202,05 triliun.

“Nilai ekspor sebesar itu berpeluang untuk ditingkatkan lagi karena masih banyak lahan di Pulau Jawa maupun luar Jawa yang dapat dioptimalkan untuk budidaya tanaman hortikultura, palawija, maupun biji-bijian atau kacang-kacangan,” ucap Benny.

Oleh karena itu, imbuhnya, sejumlah lahan tidur yang berada di luar Jawa perlu dimanfaatkan untuk penanaman komoditas pertanian yang sesuai dengan agroklimat di area setempat. Hal itu bisa melibatkan swasta dengan mengembangkan food estate.

Kedua, peningkatan ekspor komoditas pertanian perlu disiapkan mulai sektor hulu yakni penataan sentra produksi berbagai jenis tanaman pertanian/perkebunan agar menghasilkan panen berkualitas sesuai kebutuhan pasar internasional.

Karena itu, GPEI siap bekerja sama dengan instansi-instansi terkait di daerah untuk melakukan pemetaan sentra produksi komoditas pertanian/perkebunan.

Ketiga, tanaman perkebunan yang potensial ekspor perlu diremajakan atau diganti bibit unggul agar lebih produktif dan berkualitas.

Upaya tersebut telah dirintis DPD GPEI Jatim bekerja sama dengan Pemda Kabupaten berupa pengembangan kakao rakyat di lima kabupaten meliputi Kab. Pacitan, Trenggalek, Blitar, Malang, dan Bondowoso.

Dalam program tersebut petani diberikan bantuan bibit dan dibimbing/dikawal oleh satuan tugas (satgas) yg memberikan penyuluhan tentang budidaya kakao, dan sejak tahun lalu.

“Dengan program itu telah berhasil meningkatkan produksi petani dari rata-rata 700 Kg menjadi 2 Ton per Hektare, atau bisa meningkat 300 persen,” ungkap Benny.

Selain itu, GPEI Jatim juga telah membimbing para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) bidang agribisnis dalam pelatihan ekspor hingga bisa memasarkan produknya ke mancanegara agar bersaing secara global.

Keempat, Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian perlu lebih proaktif mensosialisasikan regulasi tentang kekarantinaan.

Hal ini supaya para pelaku ekspor komoditas pertanian memahami peraturan terkini yang diberlakukan di negara-negara tujuan ekspor.

“Ini dimaksudkan agar memunculkan eksportir-eksportir baru sekaligus mendongkrak pemasaran aneka produk pertanian dari berbagai daerah di Indonesia ke pasar global,” jelas Benny.

Pada akhir pekan lalu (14/8/2021), Presiden Joko Widodo meresmikan Pelepasan Merdeka Ekspor 2021 dari 17 titik pelabuhan dan bandara di Indonesia.

Adapun program ini mengakomodasi berbagai produk hasil pertanian untuk diekspor ke berbagai negara. Nilai total ekspor tersebut tercatat sebesar lebih dari Rp 7,29 triliun.

Menurut Presiden, pelepasan ini sebagai momentum penguatan ekspor komoditas pertanian Indonesia juga menandai kebangkitan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.