Dirlala : Sukses di Priok, STID Bakal Diterapkan di Pelabuhan Lainnya

  • Share
Dirlala Ditjen Hubla Kemenhub, Capt. Mugen S Sartoto

JAKARTA,Logistiknews – Kementerian Perhubungan berencana mengimplementasikan program Identitas Tunggal Trucking atau Single Truck Indentity Document (STID) di sejumlah Pelabuhan lainnya di Indonesia, pasca suksesnya penerapan STID di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Mungkin saja, dan setelah penerapan di Pelabuhan Tanjung Priok sukses, kita akan push agar dapat juga pelabuhan lainnya terapkan STID,” ujar Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, Capt Mugen Suprihatin Sartoto, kepada Logistiknews.id, pada Rabu (16/2/2022).

Capt Mugen yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok itu, menegaskan rencana tersebut sebagai upaya mendorong digitalisasi pada semua layanan angkutan laut dan kepelabuhan, termasuk truk logistik.

“Pelabuhan-pelabuhan utama kita akan dorong ke digitalisasi semua layanannya,” ucapnya.

STID menjadi identitas tunggal setiap truk, dengan sistem berbasis elektronik yang terkoneksi dengan sistem IT manajemen pelabuhan yang berisi database meliputi kelayakan teknis truk dan pengemudinya, termasuk data nomor polisi kendaraan/truk serta pemilik/perusahaan angkutannya.

Pelabuhan Tanjung Priok menjadi pelabuhan pertama di Indonesia yang menerapkan STID  penyeragaman sistem sehingga armada truk apapun yang masuk ke Pelabuhan itu  tidak perlu lagi banyak-banyak kartu.

Suksesnya pelaksanaan STID di Priok juga dinilai bisa dijadikan benchmark khususnya dalam mendigitalisasikan layanan trucking logistik yang laik operasional di pelabuhan-pelabuhan utama Indonesia.

Berdasarkan data Pelaporan Pelaksanaan STID Pelabuhan Tanjung Priok, hingga Selasa 15 Februari 2022 tercatat sebanyak 13.400 Trucking telah comply dengan Single Truck Identity Document (STID) di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

Namun dari jumlah itu, masih terdapat STID Sementara (STID-S) yang disetujui sebanyak 2.004 Truk.

Sebagaimana diketahui bahwa pemegang STID-S hanya bisa dipergunakan sampai dengan akhir Maret 2022. Setelah itu kalau tidak melakukan upgrade ke STID yang permanen, maka Trucking pemegang STID-S tidak bisa lagi terlayani oleh system di terminal pelabuhan.

Adapun jumlah perusahaan yang telah disetujui PMKU (Permohonan Melakukan Kegiatan Usaha) di Pelabuhan Tanjung Priok hingga Selasa 15 Februari 2022, sebanyak 734 Perusahaan.

Sedangkan Perusahaan yang mengajukan STID hingga 15 Februari 2022 tercatat 585 Perusahaan dan jumlah perusahaan yang telah disetujui STID-nya 573 Perusahaan.

Adapun jumlah kartu STID yang dicetak dan telah di distribusikan hingga 15 Februari 2022 telah mencapai 13.125 kartu.(*)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.