Bukan Cuma Priok, Stranas PK juga Rekomendasikan STID di Pelabuhan Ini..

  • Share
Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Capt Wisnu Handoko (photo:Logistiknews.id)

LOGISTIKNEWS.ID – Implementasi identitas tunggal trucking pengangkut barang dan logistik atau Single Truck Identity Document (STID) di Pelabuhan Tanjung Priok dinilai berhasil dalam mendukung pelayanan jasa kepelabuhan dan logistik yang transparan, efektif dan efisien.

Bahkan, Sekretariat Strategi Nasional Pencegahan Korupsi yang (Stranas PK) telah merekomendasikan agar STID dapat juga diterapkan pada 9 pelabuhan lainnya di Indonesia.

“Sudah ada rekomendasi dari Stranas PK, setelah sukses diimplementasikan di Pelabuhan Tanjung Priok, agar STID bisa juga diterapkan di 9 pelabuhan lainnya,” ujar Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Capt Wisnu Handoko, saat ditemui Logistiknews.id, diruang kerjanya, Jumat Siang (11/3/2022).

Stranas PK adalah arah kebijakan nasional yang memuat fokus dan sasaran pencegahan korupsi yang digunakan sebagai acuan kementerian, lembaga, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam melaksanakan aksi pencegahan korupsi di Indonesia.

Sementara itu, Aksi Pencegahan Korupsi yang selanjutnya disebut Aksi PK adalah penjabaran fokus dan sasaran Stranas PK dalam bentuk program dan kegiatan.

Capt Wisnu mengatakan, penerapan STID di Pelabuhan Tanjung Priok dapat dijadikan benchmark untuk diterapkan pada pelabuhan lainnya antaralain, Makassar, Belawan Medan Sumut, Tanjung Perak Surabaya, Tanjung Emas Semarang, Sunda Kelapa, Panjang Lampung, dan Banten.

“Atas adanya rekomendasi Stranas PK terkait implementasi STID di pelahuhan lainnya setelah Tanjung Priok itu kini, Ditjen Hubla sedang menyiapkan aturan pelaksanaanya. Kalau soal IT-nya bisa kloning dengan yang sudah berjalan di Priok, apalagi saat ini BUP Pelindo sudah jadi satu,” ungkap Capt Wisnu.

Dukungan Kemenhub

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menyatakan berencana mengimplementasikan program Identitas Tunggal Trucking atau Single Truck Indentity Document (STID) di sejumlah Pelabuhan lainnya di Indonesia, pasca suksesnya penerapan STID di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Mungkin saja, dan setelah penerapan di Pelabuhan Tanjung Priok sukses, kita akan push agar dapat juga pelabuhan lainnya terapkan STID,” ujar Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, Capt Mugen Suprihatin Sartoto, kepada Logistiknews.id, beberapa waktu lalu.

Capt Mugen yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok itu, menegaskan rencana tersebut sebagai upaya mendorong digitalisasi pada semua layanan angkutan laut dan kepelabuhan, termasuk truk logistik.

“Pelabuhan-pelabuhan utama kita akan dorong ke digitalisasi semua layanannya,” ucapnya.

Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan, juga mendukung implementasi STID di pelabuhan utama lainnya, selain di pelabuhan Tanjung Priok.

STID menjadi identitas tunggal setiap truk, dengan sistem berbasis elektronik yang terkoneksi dengan sistem IT manajemen pelabuhan yang berisi database meliputi kelayakan teknis truk dan pengemudinya, termasuk data nomor polisi kendaraan/truk serta pemilik/perusahaan angkutannya.

Pelabuhan Tanjung Priok menjadi pelabuhan pertama di Indonesia yang menerapkan STID  penyeragaman sistem sehingga armada truk apapun yang masuk ke Pelabuhan itu  tidak perlu lagi banyak-banyak kartu.(am)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.