BPS: Nilai Ekspor pada Februari 2022 Naik 6,7%, Impor Turun 8,6%

  • Share
Aktivitas di Jakarta International Container Terminal (JICT) Pelabuhan Tanjung Priok

LOGISTIKNEWS.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa nilai ekspor Indonesia pada Februari 2022 mencapai US$20,46 miliar atau naik 6,73 persen dibanding ekspor Januari 2022. Adapun dibanding Februari 2021 nilai ekspor naik sebesar 34,14 persen.

Sedangkan ekspor nonmigas Februari 2022 mencapai US$19,47 miliar, naik 6,55 persen dibanding Januari 2022, dan naik 35,24 persen dibanding ekspor nonmigas Februari 2021.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Februari 2022 mencapai US$39,64 miliar atau naik 29,75 persen dibanding periode yang sama tahun 2021. Demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$37,74 miliar atau naik 31,02 persen.

Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Februari 2022 terhadap Januari 2022 terjadi pada komoditas bahan bakar mineral sebesar US$1.756,4 juta (141,45 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada besi dan baja sebesar US$372,9 juta (16, 67 persen).

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Februari 2022 naik 29,57 persen dibanding periode yang sama tahun 2021, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 11,45 persen dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 42,84 persen.

“Ekspor nonmigas Februari 2022 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$3,72 miliar, disusul Amerika Serikat US$2,39 miliar, dan Jepang US$1,71 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 40,18 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$3,68 miliar dan US$1,58 miliar,” jelas siaran pers BPS, pada Rabu (15/3/2022).

Adapun menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Februari 2022 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$6,07 miliar (15,31 persen), diikuti Jawa Timur US$4,14 miliar (10,45 persen), dan Riau US$3,38 miliar (8,52 persen).

IMPOR

BPS juga merilis, nilai impor Indonesia Februari 2022 mencapai US$16,64 miliar, turun 8,64 persen dibandingkan Januari 2022 atau naik 25,43 persen dibandingkan Februari 2021.

Impor migas Februari 2022 senilai US$2,90 miliar, naik 30,19 persen dibandingkan Januari 2022 atau naik 122,52 persen dibandingkan Februari 2021.

Sedangkan impor nonmigas Februari 2022 senilai US$13,74 miliar, turun 14,05 persen dibandingkan Januari 2022 atau naik 14,84 persen dibandingkan Februari 2021.

Penurunan impor golongan barang nonmigas terbesar Februari 2022 dibandingkan Januari 2022 adalah besi dan baja US$368,3 juta (27,13 persen). Sedangkan peningkatan terbesar adalah gula dan kembang gula US$117,8 juta (41,21 persen).

Adapun tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Februari 2022 adalah Tiongkok US$10,48 miliar (35,27 persen), Jepang US$2,54 miliar (8,55 persen), dan Thailand US$1,97 miliar (6,62 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$5,31 miliar (17,87 persen) dan Uni Eropa US$1,69 miliar (5,68 persen).

Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–Februari 2022 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada barang konsumsi US$109,0 juta (4,08 persen), bahan baku/penolong US$6.866,3 juta (34,69 persen), dan barang modal US$1.279,4 juta (31,01 persen).(syifa)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.