Ditjen ILMATE Kemenperin Sosialisasi Neraca Komoditas Besi/Baja & Turunannya, GINSI Apresiasi

  • Share
Direktur Industri Logam Kemenperin Liliek Widodo (kanan), saat Focus Group Discussion (FGD) Dalam Rangka Sosialisasi Neraca Komoditas (NK) Besi/Baja, Baja Paduan dan Produk Turunannya, di Bandung Jawa Barat (22/9/2022).

LOGISTIKNEWS.ID – Indonesia National Single Window (INSW) adalah integrasi sistem secara nasional yang memungkinkan dilakukannya penyampaian data dan informasi secara tunggal, pemrosesan data dan informasi secara tunggal dan sinkron, penyampaian keputusan secara tunggal untuk pemberian izin kepabeanan dan pengeluaran barang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan (Perpres 44/Tahun 2018, Bab 1, Pasal 1)

Lembaga National Single Window (LNSW) telah mengamanatkan enam tahapan dalam penyusunan neraca komoditas yakni;  Penyiapan Struktur Neraca Komoditas, Penyesuaian dan Integrasi Sistem Aplikasi, Sosialisasi dan Asistensi, Pelaksanaan Neraca Komoditas, Pengajuan Perizinan Berusaha di Bidang Ekspor dan Impor, serta Monitoring dan Evaluasi.

Terkait hal tersebut, Ditjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian RI melakukan sosialisasi Pengisian Usulan Rencana Kebutuhan untuk Implementasi Neraca Komoditas (NK) yang dilaksanakan di Bandung Jawa Barat pada Kamis (22/9/2022).

Hal itu berhubungan dengan implementasi neraca komoditas produk besi/baja yang mengharuskan pengisian usulan rencana kebutuhan masing-masing pelaku usaha dengan batas akhir pengisian pada 30 September 2022.

“Intinya importir harus mengisi data Neraca Komoditas sampai akhir bulan ini nanti di vetifikasi dan diperbaiki kalau ada kekurangan-kekurangan sesuai ketentuan yang berlaku. Kalau sampai akhir Desember 2022 tidak ngisi maka tidak bisa lagi temen-temen pengusaha melakukan impor, tidak punya tiket untuk importasi di tahun 2023,” ujar Direktur Industri Logam Kemenperin Liliek Widodo, saat Focus Group Discussion (FGD) Dalam Rangka Sosialisasi Neraca Komoditas (NK) Besi/Baja, Baja Paduan dan Produk Turunannya, di Bandung Jawa Barat (22/9/2022).

Liliek mengatakan NK Besi dan Baja diperlukan untuk menjaga iklim usaha industri baja nasional yang kondusif. Pemerintah juga selalu berupaya menjaga keseimbangan pasok dan kebutuhan baja nasional di titik optimal agar industri baja dan turunannya terus bertumbuh maksimal.

“Ini juga untuk mendorong terwujudnya ekosistem industri besi baja dan turunannya yang semakin baik dan tumbuh dalam berkontribusi pada perkonomian nasional,” ucapnya.

Liliek menegaskan, pengendalian impor merupakan salah satu instrumen untuk mendorong pertumbuhan tersebut, dengan adanya pertimbangan teknis yang berlaku sebagai sumber data sementara sebelum neraca komoditas berlaku efektif pada tahun 2023.

Focus Group Discussion (FGD) Dalam Rangka Sosialisasi Neraca Komoditas (NK) Besi/Baja, Baja Paduan dan Produk Turunannya, di Bandung Jawa Barat (22/9/2022).

Perkembangan industri logam dan baja di Tanah Air terus meningkat seiring dengan membaiknya perekonomian nasional pasca-pandemi Covid-19.

Kinerja industri logam dasar tumbuh sebesar 15,79 persen pada kuartal II/2022, atau naik signifikan dibandingkan dengan kuartal I/2022 yang mencapai 7,90 persen. “Pertumbuhan sektor industri logam dasar ini berada jauh di atas pertumbuhan sektor industri pengolahan, yang tercatat di angka 4,01 persen,” ungkap Liliek.

Dalam sosialisasi/FGD itu juga terungkap bahwa nantinya pihak asosiasi terkait akan diberikan akses dan person in charge atau PIC-nya untuk bisa membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan anggotanya/importir dalam pengisian Neraca Komoditas (NK) tersebut.

Wakil Ketua Umum BPP Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Erwin Taufan, mengapresiasi adanya sosialisasi dari Ditjen ILMATE dengan turut melibatkan pihak asosiasi dalam menyukseskan pengisian NK tersebut.

“Kami (GINSI) juga akan sampaikan kesemua anggota dalam waktu dekat dengan mengadakan coaching clinic supaya importir anggota kami bisa lebih detil memahami soal NK tersebut,” ucap Taufan.

Wakil Ketua Umum BPP GINSI Erwin Taufan (berdiri) saat menyampaikan masukkan GINSI pada FGD tersebut.

Sosialisasi dan FGD itu juga mengundang para pelaku usaha langsung dan asosiasi terkait antara lain; PT Beko Appliances, PT Bhakti Idola Tama, PT Nippon Steel Trading Indonesia, PT Surya Pertiwi, PT Global Inti Steel, PT Ace Hardware Indonesia, PT Honda Trading Indonesia, PT Suzuki Indomobil Sales, PT Toyota-Astra Motor, PT Volvo Indonesia, PT Toyota Tsuho Indonesia,  PT Andaru Steel One,  PT Menara Madju, dan PT Nickson Yoga Tridaya.

Selain itu, PT Komatsu Marketing and Support Indonesia, PT Kobexindo Tractors Tbk, PT Rantai Mulia Kencana, PT United Tractors, Tbk, PT Automotive Fasteners Aoyama Indonesia Trading, dan PT Surveyor Indonesia.

Adapun dari pihak asosiasi yakni; Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI), Perhimpunan Agen Tunggal Alat Berat Indonesia (PAABI), Asosiasi Pengusaha dan Pemilik Alat Konstruksi Indonesia (APPAKSI), Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional (GABPEKNAS),  Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO-IMSA)  Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI), dan Indonesia Society of Steel Construction (ISSC).[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *