Arsjad Rasjid: ASEAN-BAC Mendorong Inovasi & Pertumbuhan Ekonomi Regional

  • Share
Arsjad Rasjid

LOGISTIKNEWS.ID – ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) menegaskan kembali komitmen bisnisnya untuk mengembangkan visi ambisius Masyarakat Ekonomi ASEAN pasca tahun 2025 di tengah lanskap ekonomi yang semakin menantang.

“Bagi kami, sentralitas ASEAN perlu dilihat sebagai suatu kesatuan yang signifikan untuk integrasi ekonomi kita. ASEAN harus dilihat sebagai suatu kawasan yang memiliki Satu Visi, Satu Identitas, dan Satu Komunitas. Sehingga kesatuan negara ASEAN tidak hanya menjadi sebuah narasi, tidak hanya dari sudut pandang bisnis, maupun investasi,” ujar Arsjad Rasjid Ketua ASEAN Business Advisory Council Indonesia, melalui keterangan resminya yang diterima Logistiknews.id, pada Sabtu (4/3/2023).

Arsjad Rasjid yang juga selaku Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) itu juga telah melakukan lawatan bisnis ke Malaysia guna mendorong pertumbuhan dan pembangunan ekonomi melalui inovasi dan inklusivitas ASEAN.

Lawatan yang dimulai pada tanggal 27 Februarihingga 1 Maret 2023 tersebut difokuskan untuk memajukan tiga nilai inti yaitu sentralitas, inovasi, dan inklusivitas, yang menjadi landasan bagi lima prioritas utama dan tujuh legacy projects dari ASEAN-BAC 2023.

Salah satu pemangku kepentingan utama yang ditemui ASEAN-BAC selama lawatan adalah Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia Tengku Zafrul

Dalam pertemuan itu, ASEAN-BAC membahas agenda keketuaannya dan menjalin kerja sama untuk chairmanship legacy.

Menteri Tengku Zafrul menyoroti pentingnya penguatan hubungan strategis antara sektor swasta, pemerintah, dan ASEAN, terutama menjelang giliran Malaysia sebagai Ketua ASEAN pada 2025.

“Kami mengapresiasi upaya Presiden ASEAN-BAC Indonesia, khususnya dalam memajukan digitalisasi, keberlanjutan, dan mendorong kewirausahaan. MITI menyambut baik Kadin Indonesia dan ASEAN-BAC untuk bekerja sama lebih erat dalam memajukan industri dan perdagangan di kawasan ASEAN,” kata Menteri Tengku Zafrul di media sosialnya.

Pertemuan tersebut juga menyoroti kebutuhan untuk secara kolaboratif membangun peningkatan kapasitas pada format standar pelaporan ESG, serta mempromosikan pendanaan skema publik-swasta dalam proyek-proyek yang berkelanjutan.

Arsjad Rasjid mengungkapkan beberapa legacy yang telah dipromosikan di lawatan bisnis ASEAN BAC kepada pemerintah dan sektor swasta Malaysia diantaranya adalah mengeksplorasi prakarsa legacy dalam ruang lingkup pembangunan berkelanjutan, termasuk Carbon Center of Excellence untuk meningkatkan aktivitas perdagangan karbon, Net Zero Emission bagi kawasan untuk memastikan pencapaian target nol bersih pada tahun 2060.

Lawatan ke Malaysia kali ini juga menekankan semangat gotong royong yang juga telah menjadi landasan masyarakat Indonesia dan Malaysia. Hal ini tercermin melalui pertemuan antara CEO AirAsia Tony Fernandez dan Arsjad Rasjid untuk meningkatkan peran bisnis regional di ASEAN.

Pembahasan pertemuan tersebut menekankan pada upaya konkrit dalam mempromosikan konektivitas antar masyarakat melalui pertukaran bisnis, kunjungan, dan kemitraan antara bisnis dan pemerintah di kawasan.

Hubungan perdagangan Malaysia-Indonesia sangatlah kuat, total nilai perdagangan pada tahun 2021 meningkat 43,5 persen dari tahun 2020 hingga mencapai US$22,93 miliar.

Indonesia adalah mitra dagang terbesar ketujuh Malaysia secara global, dan pada kawasan ASEAN.

Indonesia juga mitra dagang terbesar ketiga. Roadshow ke Malaysia ini bertujuan untuk membangun di atas fondasi perdagangan ini dan mempromosikan kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan dalam barang-barang konsumen sebagai prioritas utama termasuk produk halal dan bagaimana ASEAN yang terintegrasi dapat bermanfaat bagi masyarakat, bukan hanya perusahaan.

Wakil Ketua ASEAN-BAC 2023, Bernardino Vega menambahkan sebagai dua negara yang memiliki sejarah dan budaya yang panjang, Malaysia dan Indonesia selalu mempertahankan hubungan yang kuat yang dibangun atas dasar saling menghormati dan pengertian.

“Pemerintah kami memiliki banyak perjanjian dan memorandum yang berupaya memperkuat kerja sama kami melalui mekanisme bilateral, tetapi kami menghargai aktivisme yang lebih besar dan partisipasi masyarakat di kedua belah pihak untuk mengupayakan dan mendorong lebih jauh kolaborasi yang saling menguntungkan,” ujar Bernardino.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *