Performance IPCM kian Kinclong, Digitalisasi Dikebut Agar Waiting Time Kapal Susut

  • Share
Media Gathering IPCM di Kuta Bali pada Jumat (26/5/2023)

LOGISTIKNEWS.ID -PT Jasa Armada Indonesia Tbk atau JAI (IDX:IPCM) terus meningkatkan performancenya melalui berbagai upaya yang ditempuh perseroan.

Selain menambah investasi armada, ekspansi pasar pelayanan pandu dan tunda kapal di pelabuhan umum maupun terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS/Tersus) di sejumlah wilayah Indonesia, IPCM juga sedang melakukan digitalisasi proses permintaan layanan jasa pandu dan tunda kapal guna memberikan layanan yang prima kepada customer/shipping line.

“Digitalisasi pengajuan layanan tersebut demi percepatan dan efisiensi layanan sehingga zerro waiting time kapal bisa terwujud yang pada akhirnya membuat biaya logistik dari sisi layanan angkutan laut bisa semakin efisien,” ujar Direktur Utama IPCM, Shanti Puruhita, dalam Media Gathering IPCM yang dilaksanakan di Kuta Bali, pada Jumat (26/5/2023).

Ikut mendampingi pada kesempatan itu, Direktur Operasi IPCM Muhammad Iqbal, Direktur Keuangan dan SDM Reini Delfianti.

Adapun diskusi Manajemen IPCM dengan media dipandu langsung oleh Eddy Haristiani selaku Sekretaris Perusahaan PT JAI (IPCM).

Shanti mengungkapkan, digitalisasi proses permintaan layanan pandu dan tunda kapal untuk memudahkan shipping line, terminal ataupun pelabuhan maupun serta stakeholders.

“Bagaimana nantinya bisa menyatukan  permintaan dari terminal ataupun perusahaan pelayaran yang disesuaikan dengan ketersediaan  armada pandu/tunda kami secara realtime pada saat itu. Juga akan lebih mudah diketahui mana kapal (armada) kami yang terdekat untuk bisa langsung memberikan service sehingga waiting time kapal yang hendak dilayani pandu dan tundanya oleh IPCM semakin singkat,” papar Dirut IPCM.

Dia menjelaskan, adapun sistem layanan  yang disiapkan itu merupakan sistem dengan platform yang sama dengan Pelindo selaku holding.

Dari aspek keselamatan pelayaran dan kompetensi SDM, kinerja operasional IPCM tidak perlu diragukan lagi.

Pasalnya, perseroan juga telah mengantongi berbagai lisensi manajemen system antara lain; Sistem Manajemen ISO 45001:2018, ISM Code, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), Sistem Manajemen ISO 14000:2015 (Lingkungan Hidup), Sistem Manejemen ISO 9001:2015 (Mutu), dan Sistem Manajemen ISO 37001:2016 (Anti Penyuapan).

Laba Naik 25%

IPCM juga mengumumkan, bahwa pada triwulan pertama 2023, mampu mencatat kinerja positif dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 47,1 miliar, naik sebesar 25,1% dari Rp 37,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sedangkan total aset IPCM meningkat sebanyak 6,0% menjadi Rp1,6 triliun pada akhir triwulan pertama 2023.

Kenaikan laba IPCM ditopang oleh meningkatnya pendapatan menjadi Rp 291,6 miliar, tumbuh 36,8% dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 213,0 miliar.

Kontribusi terbesar pendapatan diperoleh dari jasa penundaan kapal (towage) sebesar Rp221,6 miliar atau 76,0% dari total pendapatan, diikuti oleh jasa pengangkutan lainnya sebanyak Rp41,6 miliar atau 14,3%.  Jasa pemanduan (pilotage) dan pengelolaan kapal masing-masing senilai Rp14,9 miliar dan Rp13,5 miliar dengan kontribusi 5,1% dan 4,6% dari total pendapatan.

Pendapatan perusahaan yang diperoleh dari jasa yang diberikan di pelabuhan umum sebesar Rp110,8 miliar, diikuti oleh terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS) Rp52,8 miliar, serta terminal khusus (Tersus) sebesar Rp72,9 miliar.

“Kami bersyukur bahwa pendapatan IPCM selama Q1-2023 naik signfikan. Kendati terjadi kenaikan biaya bahan bakar dan lain-lain, IPCM tetap dapat membukukan kenaikan laba yang baik. Kami berharap kondisi makro ekonomi di triwulan pertama 2023 yang telah turut mendorong pertumbuhan industri dapat terus berlanjut dan dengan strategi IPCM yang tepat, kinerja IPCM ke depannya dapat semakin baik lagi.” ujar Direktur Utama IPCM, Shanti Puruhita.

Media Gathering IPCM di Kuta Bali, Jumat (26/5/2023)

Kerjasama dengan TUKS

Pada kesempatan IPCM Media Gathering, Shanti mengatakan bahwa pada 18 April 2023 lalu IPCM dan PT Nusantara Regas (NR) telah melakukan penandatanganan amandemen kedua untuk perpanjangan kerjasama pelayanan jasa kapal di Terminal Khusus PT Nusantara Regas yang berlokasi di wilayah perairan Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta.

Penandatangan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama IPCM, Shanti Puruhita dan Direktur Utama PT Nusantara Regas, Harry Budi Sidharta.

“Penyesuaian pada amandemen kerjasama dengan PT Nusantara Regas tersebut meliputi periode kerja sama selama 12 bulan berlaku efektif mulai dari 1 April 2023 sampai 31 Maret 2024.

Kontrak ini merupakan kelanjutan kontrak pelayanan yang telah berjalan sejak tahun 2017 dan juga telah dilakukan amandemen kerja sama yang pertama untuk perpanjangan kerjasama sampai dengan 31 Maret 2023. Kerjasama ini menunjukkan tingkat kepercayaan Nusantara Regas atas pelayanan pandu dan tunda IPCM selama ini,” jelas Shanti.

Dengan adanya kontrak di atas, diharapkan sektor Terminal Khusus akan semakin besar kontribusinya terhadap total pendapatan Perseroan.

Selaras dengan pencapaian kinerja perusahaan, Shanti menambahkan, jika IPCM sebagai perusahaan publik terus meningkatkan kepercayaan investor akan kinerja fundamental perusahaan, hal ini terlihat dengan diselenggarakannya acara Emiten Forum sebagai bagian dari rangkaian kegiatan di Bali. Kegiatan Emiten Forum yang mengusung tema “Mengarungi Samudera Investasi” ini diselenggarakan pada tanggal 24 Mei 2023 dengan mengundang banyak investor ritel.[Akhmad Mabrori]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *