3 Operator Terminal Petikemas di Priok catat Kinerja Positif, Mana Saja ?

  • Share
Gate JICT

LOGISTIKNEWS.ID – Terdapat tiga operator terminal peti kemas yang layani petikemas intenasional  di pelabuhan Tanjung Priok mencatat kinerja positif, sepanjang tahun berjalan di 2023 ini dengan rerata pertumbuhan 2 s/d 6 persen.

Terminal tersebut yakni; Jakarta International Container Terminal (JICT), Terminal Peti Kemas (TPK) Koja, dan IPC TPK Tanjung Priok.

Di JICT misalnya, berdasarkan data yang diperoleh Logistiknews.id, bahwa selama 10 bulan pertama tahun 2023 ini (Januari-Oktober), JICT yang merupakan terminal ekspor impor tersibuk di Indonesia itu telah menghandle peti kemas mencapai 1.739.586 twentyfoot equivalent units (TEUs) atau setara 1.123.176 bok dengan rincian impor 942.362 TEUs (617.534 bok) dan ekspor 797.224 TEUs (505.642 bok).

Baca Juga : Throughput JICT tumbuh 5%, Sudah Lebih 1,7 Juta TEUs Dihandle hingga Okt 2023

Pencapaian arus peti kemas selama 10 bulan pertama 2023 di JICT itu tumbuh sekitar 5 persen , jika dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun 2022 yang tercatat 1.654.461 TEUs atau setara 1.083.052 bok, yang berasal dari impor 924.608 TEUs (612.274 bok) dan ekspor 729.853 TEUs (470.778 bok).

Sedangkan di TPK Koja, realisasi arus peti kemas ekspor impor (internasional) selama 10 bulan pertama 2023 (Januari-Oktober) mencapai menghandle 800.371 TEUs.

Pencapaian itu, tumbuh sekitar 6 persen jika dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2022 sebanyak 750.920 TEUs.

Sesuai Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2023, TPK Koja menargetkan throughput petikemas 2023 sebanyak 936.305 TEUs.

Baca Juga : Kinerja Moncer, TPK Koja Optimistis Throughput 2023 Lampaui RKAP

Adapun di IPC TPK Tanjung Priok, arus petikemas internasional yang telah dihandle selama Januari-September 2023 tercatat 294.561 TEUs, atau tumbuh sekitar 2 persen jika dibandingkan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu 286.337 TEUs.

Kendati begitu, sesuai RKAP 2023, IPC TPK Tanjung Priok ditargetkan bisa menghandle petikemas internasional sebanyak 400.122 TEUs.

Mulai Pulih

Menurut Pemerhati Kepelabuhanan, Bambang Sabekti, permintaan petikemas kembali pulih pada bulan September tahun ini.

“Pertumbuhan permintaan petikemas itu terutama didorong oleh kawasan Timur Tengah dan India, sedangkan Eropa dan Oseania masih lesu,” ujar Bambang kepada Logistiknews.id, pada Jumat (24/11/2023).

Bambang Sabekti

Kendati begitu, imbuhnya, jika menengok pertumbuhan tahunan sejak tahun 2019, pertumbuhan tahun ini masih relatif rendah yakni 1,8 persen dan tidak cukup untuk menyerap pertumbuhan kapasitas berdasarkan ekspektasi dasar pertumbuhan sebesar 3 persen per tahun.

Baca Juga : IPC TPK Priok, Telah Handle 294.561 TEUs Petikemas Internasional

Sementara itu, kata Bambang, total throughput Tanjung Priok (internasional dan domestik) termasuk petikemas isi maupun kosong hingga September 2023 adalah 5.390.536 TEUs, atau sedikit meningkat yakni kurang dari 1 persen secara YoY, dan 70 persen dari total throughput itu adalah volume petikemas internasional.

“Namun, saya melihat volume petikemas kosong pada tahun ini jauh lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Disisi lain, Persaingan di angkutan laut internasional kian kompetitif lantaran kini customer bisa lebih mudah dalam pengirim serta menemukan space untuk ekspor dengan tarif yang lebih efisien,” ucap Bambang.[redaksi@logistiknews.id]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *