Konektivitas TPS dengan Kawasan Industri, Bisa Efisiensikan Logistik

  • Share
Terminal Petikemas Surabaya.

LOGISTIKNEWS.ID- PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak perusahaan Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan kapasitas dan memodernisasi infrastruktur pelabuhan.

Dalam dua tahun terakhir, TPS mencatat tren pertumbuhan positif arus peti kemas, seiring meningkatnya permintaan ekspor dan arus impor bahan baku industri.

“Kami telah mengimplementasikan inovasi digital, mulai dari Terminal Operating System (TOS) terbaru, sistem online booking, hingga uji coba Terminal Booking System (TBS) untuk mempercepat layanan dan meningkatkan produktivitas peralatan bongkar muat,” ujar Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan, melalui keterangan resmi dikutip Rabu (13/8/2025).

Dia juga mengatakan, sinergi antara pelaku logistik, kawasan industri, dan operator terminal menjadi langkah strategis menuju ekosistem logistik nasional yang semakin terhubung, efisien dan berdaya saing global.

“Model sinergi ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai wilayah lain untuk mempercepat distribusi antar pusat industri di Indonesia,” ucapnya.

Pada 2024, TPS membukukan throughput tertinggi dalam sejarah, yakni mendekati 1,6 juta TEUs. Capaian ini mencerminkan komitmen kami untuk terus memberikan layanan terbaik kepada pengguna jasa.

Sepanjang 2024, TPS mencatat arus peti kemas sebesar 1.584.774 twenty foot equuvalent units (TEUs). Sementara hingga Juli 2025, throughput telah mencapai 908.136 TEUs. TPS juga mempertahankan dominasinya di pasar internasional dengan pangsa pasar 83 persen di Pelabuhan Tanjung Perak.

Peran Krusial

Sementara itu, pebisnis logistik di Jawa Tengah mapun Jawa Timur mengakui peran krusial TPS sebagai simpul distribusi utama yang menghubungkan jalur perdagangan domestik dan internasional.

“Bahkan konektivitas TPS dengan kawasan industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi kunci efisiensi logistik, memangkas waktu tempuh dan menekan biaya distribusi,” ujar Ketua DPW ALFI Jawa Tengah & DIY, Teguh Arif Handoko.

Hal senada diutarakan Ketua DPW ALFI Jawa Timur, Sebastian Wibisono. Menurutnya, integrasi layanan pelabuhan dengan kawasan industri akan memperkuat ekosistem logistik nasional serta mempermudah eksportir dan importir dalam mengakses fasilitas bongkar muat yang cepat dan andal.

“Konektivitas ini dipercaya dapat mengakselerasi arus peti kemas, mendorong pertumbuhan perdagangan ekspor, sekaligus memperkuat distribusi barang dalam negeri,” ucap Wibi.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *