Layanan CPO di Teluk Bayur, Sokong Penambahan Kapasitas Pabrik

  • Share
General Manager Pelindo Regional 2 Teluk Bayur, Ferrial Dunan Sidabutar (photo: Logistiknews.id/Akhmad Mabrori)

LOGISTIKNEWS.ID- PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 Teluk Bayur, fokus pada pengembangan fasilitas pelabuhan guna menghandle market share layanan cruide palm oil (CPO) seiring tumbuhnya produksi komoditi itu di wilayah Sumatera Barat.

General Manager Pelindo Regional 2 Teluk Bayur, Ferrial Dunan Sidabutar mengatakan, selain  layanan petikemas maupun kargo umum, juga fokus pengembangan layanan curah cair seperti komoditi CPO yang kini volumenya terus naik.

“Ini sekaligus mengantisipasi adanya ekspansi pabrik yakni Apical Group (PT Padang Raya Cakrawala) yang akan meningkatkan kapasitas produksi CPO-nya pada tahun depan dari 1 juta ton/tahun menjadi 2 juta ton/tahun,” ujar Ferrial saat ditemui di kantornya pada Selasa Siang (2/9/2025).

Dia mengatakan, dengan double kapasitas Apical Group itu maka nantinya volume CPO yang dilayani melalui Pelabuhan Teluk Bayur akan bertambah.

“Saat ini total CPO yang kami layani sekitar 3,1 juta ton/tahun. Namun kedepan akan menjadi 4,2 juta ton/tahun,” ungkap Ferrial.

Harapan Pengguna Jasa

Ketua Indonesia National Shippowners Association (INSA) Padang, Dodi Andrius mengusulkan adanya penambahan fasilitas dermaga untuk percepatan layanan sandar kapal di Pelabuhan Teluk Bayur sehingga bisa melayani kapal berukuran besar.

“Kami usulkan agar ada penambahan dermaga yang lokasinya pulau Pasir Gedang (diluar breakwater) agar bisa disandari kapal besar dan direct kontainer untuk layanan internasional bisa dilayani,” ucapnya.

Dodi Andrius (kanan) dan Rifdial Zakir (kiri)- Photo: Logistiknews.id

Dodi mengungkapkan dengan adanya penambahan fasilitas dermaga, maka waktu tunggu pelayanan kapal di Pelabuhan Teluk Bayur atau waiting time berthing bisa lebih dipersingkat dari saat ini.

Menurutnya, saat ini di Pelabuhan Teluk Bayur hanya tersedia dermaga konvensional (multipurpose) sepanjang 440 meter yang hanya bisa melayani 3 kapal kecil dengan ukuran panjang rata-rata 100-120 meter. Sedangkan dermaga petikemas atau TPK sepanjang 345 meter dan hanya bisa layani 2 kapal.

“Kita juga ingin membawa kapal lebih banyak kesini (Teluk Bayur), makanya fasilitasnya dermaganya perlu ditambah,” tuturnya.

Sedangkan Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Sumatera Barat (Sumbar) Rifdial Zakir, mengatakan, performance peralatan bongkar muat di pelabuhan Teluk Bayur agar ditingkatkan untuk menunjang percepatan layanan logistik dari dan ke pelabuhan itu.

“Perlu ada penambahan alat baru untuk menopang kegiatan bongkar muat di pelabuhan Teluk Bayur,” ujar Rifdial.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *