LOGISTIKNEWS.ID- PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Bumiharjo Bagendang mencatat kinerja positif sepanjang tahun ini (hingga Agustus 2025) menyusul tumbuhnya volume layanan arus barang general cargo khusunya curah cair dan curah kering melalui pelabuhan Bumiharjo Bagendang.
Branch Manager Pelindo Multi Terminal Bumiharjo Bagendang, Yuvensius Andri Kartiko mengungkapkan bahwa telah melakukan transformasi pelabuhan sejak tahun 2023 yang berdampak positif terhadap kinerja dan produktivitas pelabuhan yang meningkat.
PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Bumiharjo Bagendang merupakan gabungan dari Terminal Nonpetikemas di Pelabuhan Bumiharjo dan Bagendang yang berlokasi di Kalimantan Tengah.
Wilayah pelabuhan ini memiliki peran strategis bagi pergerakan logistik di wilayah Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, dan Provinsi Kalimantan Tengah secara keseluruhan.
“Arus komoditas general cargo mengalami lonjakan signifikan mencapai 2.089 ton hingga Agustus 2025, dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama di tahun 2024 yang sebanyak 335 ton. Sama halnya dengan capaian hingga Agustus 2025 pada arus komoditas curah cair yang tumbuh 15 persen mencapai 672.114 ton serta komoditas curah kering yang naik 46 persen mencapai 334.871 ton,” ujar Yuvensius, saat ditemui wartawan pada Kamis (18/9/2025).
Yuvensius berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan yang andal kepada para pengguna jasa serta juga membuka peluang kepada berbagai pihak untuk bekerja sama dalam mengembangkan potensi pelabuhan.
Pelabuhan Bumiharjo mencatat tonggak baru dengan melayani perdana kargo janjangan kosong (jangkos) cacah yang merupakan hasil sampingan pengolahan kelapa sawit pada bulan Agustus lalu.
“Hal tersebut merupakan salah satu wujud diversifikasi layanan nonpetikemas dengan memperluas jenis komoditas yang dilayani, dengan membuka peluang pasar baru di sektor energi hijau maupun agribisnis,” ucapnya.
Pelabuhan Bumiharjo, selama ini didominasi dengan komoditas crude palm oil (CPO) yang didukung dengan kedalaman alur 7mLWS (mean low water spring), dermaga sepanjang 397 meter, lapangan penumpukan seluas 6.253 m2, dan area pergudangan 456 m2.
Karakteristik Customer
Yuvensius mengungkapkan, selama ini karakteristik customer di pelabuhan Bumiharjo maupun Bagendang, hampir serupa lantaran kedua fasilitas pelabuhan ini saling mensupport satu sama lain meskipun jarak atau lokasi Bumiharjo ke Bagendang sekitar 200 Km.
“Namun wilayah industri pendukungnya (hinterland) Bumiharjo 80%-nya berada di Kota Waringin Barat yang notabene merupakan penghasil kelapa sawit,” ucapnya.
Karena itu, imbuhnya, aktivitas bongkar muat di Bumiharjo didominasi curah cair dan curah kering, termasuk sawit dan turunannya/cruide palm oil (CPO) dengan komposisi domestik sekitar 70% dan internasiomal 30%.
“Kami juga telah menggunakan drop tank untuk layanan CPO di Bumiharjo. Bahkan telah mengoperasikan je<span;>mbatan timbang untuk mengurangi tingkat resiko deviasi volume muatannya,”ungkapnya.
Adapun customer curah cair di pelabuhan Bumiharjo antaralain; Group Citra Borneo Indah, Sinarmas dan Astra. Sedangkan customer curah kering yakni Jatim Propertindo Jaya
Yuvensius optimistis target produktivitas di Bumiharjo pada tahun 2025 ini bisa tercapai bahkan bisa tumbuh sekitar 15% diibanding tahun lalu.
“Dengan transformasi layanan yang telah dilakukan, kami optimistis market share volume kargo terus tumbuh,” ucapnya.[am]













