Menyorot Kapasitas dan Turbulensi Market Share Petikemas Internasional di Priok

  • Share
Trucking Terjebak Kemacetan di Akses Pelabuhan Tanjung Priok.(Photo:Logistiknews.id)

Oleh: Akhmad Mabrori

LOGISTIKNEWS.ID- Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta yang notabe sebagai pelabuhan tersibuk di Indonesia, saat ini terdapat lima fasilitas terminal petikemas yang melayani internasional (ekspor impor) yakni Jakarta International Container Terminal (JICT), New Priok Container Terminal One (NPCT-1), Terminal Petikemas (TPK) Koja, Terminal 3 (IPC-TPK) dan Terminal Mustika Alam Lestari (MAL)/NPH.

Berdasarkan data yang dihimpun Logistiknews.id, selama periode Januari s/d September 2025, capaian arus petikemas internasional melalui pelabuhan Tanjung Priok 4.075.025 twenty foot equivalent units (TEUs). Dari volume petikemas periode itu, posisi market share terbesar yakni JICT 39,5%, kemudian NPCT-1 sekitar 28,3%, disusul TPK Koja 19,1%, Terminal 3 (IPC-TPK) 7,5% dan MAL/NPH 5,6%.

Posisi market share selama 9 bulan pertama tahun ini tersebut diperkirakan bakal menjadi cerminan hingga akhir tahun 2025 mendatang, meskipun terjadi turbulensi dimasing-masing terminal akibat fluktuatif perdagangan internasional imbas perekonomian global sepanjang tahun ini.

Sebagai gambaran, bahwa pada 2024, realisasi arus petikemas internasional melalui pelabuhan Tanjung Priok mencapai 5.231.727 TEUs dengan komposisi market share-nya yakni JICT 42,7%, NPCT-1 mencapai 25,3%, TPK Koja 19,8%, Terminal 3 (IPC-TPK) 6,5% dan Terminal Mustika Alam Lestari/NPH 5,7%.

Sedangkan pada 2023, arus petikemas internasional melalui pelabuhan Tanjung PriokĀ  4.900.549 TEUs dengan komposisi market share-nya yakni JICT 43,3%, NPCT-1 mencapai 22,5%, TPK Koja 19,7%, Terminal 3 (IPC-TPK) 7,9 % dan Terminal MAL/NPH 6,5%.

Kemudian pada 2022, arus petikemas internasional melalui pelabuhan Tanjung Priok tercatat 4.858.668 TEUs dengan komposisi market share-nya yakni JICT 41,3%, NPCT-1 mencapai 26,1,%, TPK Koja 18,4%, Terminal 3 (IPC-TPK) 8,0% dan Terminal MAL /NPH 6,2%.

Pada 2021, arus petikemas internasional melalui pelabuhan Tanjung Priok mencapai 4.669.931 TEUs dengan komposisi market share-nya yakni JICT 41,3l4%, NPCT-1 mencapai 25,1,%, TPK Koja 19,4%, Terminal 3 (IPC-TPK) 5,4% dan Terminal Mustika Alam Lestari/NPH 6,3%.

Adapun kapasitas terpasang pertahunnya untuk layanan petikemas internasional di Pelabuhan Tanjung Priok yakni 6.650.000 TEUs dengan rincian JICT sebanyak 3 juta TEUs, NPCT-1 mencapai 1,5 juta TEUs, TPK Koja 1 juta TEUs, Terminal 3 (IPC-TPK) 800.0000 TEUs dan Terminal MAL/NPH 350.000 TEUs.

Fasilitas & Alat Bongkar Muat

JICT saat ini mengoperasikan 14 unit alat bongkar muat jenis quay container crane (QCC), dermaga sepanjang 2.150 meter dan lapangan penumpukan atau container yard (CY) 54,7 Hektare (Ha).

Sedangkan NPCT-1 mengoperasikan 8 unit QCC dengan panjang dermaga 850 meter dan container yard 40 Ha, serta TPK Koja mengoperasikan 7 QCC dengan dermaga sepanjang 650 meter dan container yard 21,8 Ha.

Adapun Terminal 3 (IPC-TPK) mengoperasikan 6 unit QCC dan dermaga sepanjang 1.020 meter dengan container yard 22,4 Ha, dan Terminal MAL/NPH mengoperasikan 3 unit QCC serta dermaga 258 meter dan container yard 5 Ha.

Tumbuh 6,3%

Selama periode Januari-September 2025, realisasi arus perti kemas internasional melalui pelabuhan Tanjung Priok sebanyak 4.075.521 TEUs, dengan rincian di JICT mencapai 1.603.253 TEUs, NPCT-1 sebanyak 1.155.159 TEUs, TPK Koja 777.134 TEUs, Terminal 3 Priok (IPC TPK) 305.880 TEUs dan MAL/NPH 228.095 TEUs.

Jika dibandingkan periode yang sama tahun 2024 lalu yang mencapai 3.853.951 TEUs, arus petikemas internasional (konsolidasi) melalui Pelabuhan Tanjung Priok selama periode 9 bulan pertama 2025 ini mengalami pertumbuhan 6,3%.

Arus petikemas internasional pada periode Januari-September 2024 itu berasal dari JICT sebanyak 1.655.723 TEUs, NPCT-1 mencapai 965.687 TEUs, TPK Koja 765.434 TEUs, Terminal 3 Priok (IPC-TPK) 251.085 TEUs, dan MAL/NPH 216.122 TEUs.

Menengok data empiris tersebut, kendati arus petikemas internasional di pelabuhan Tanjung Priok dalam 5 tahun terakhir secara konsolidasi terus alami pertumbuhan rata-rata 5-6%, namun serapan kapasitas terpasangnya secara keseluruhan hingga saat ini rerata 75%-80%-an.

Disisi lain tak bisa dipungkiri, bahwa market share di masing-masing terminal petikemas tersebut juga alami turbulensi terutama disepanjang 9 bulan pertama tahun ini. Dengan kata lain, ada yang alami peningkatan dan ada yang alami penurunan.

Namun masih ada waktu sekitar dua bulanan terakhir untuk membuktikan performance terbaik kelima operator terminal petikemas di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu hingga akhir tahun.[akhmadmabrori171@gmail.com]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *