Bikin Logistik Krodit, ASDEKI Minta Pembatasan Truk di Jakut Disudahi

  • Share
Ketua ASDEKI Jakarta, Abdul Yacub

LOGISTIKNEWS.ID- Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI) mengungkapkan selama empat hari diberlakukannya uji coba pembatasan operasional trucking di ruas Jalan Raya Cilincing Jakarta Utara (Jakut) semakin menambah krodit kegiatan di depo kontainer

Hal ini menyebabkan, fasilitas penumpukan kontainer kosong didepo bertambah padat ditambah lagi trucking yang bertahan lebih lama di depo maupun akses sekitar depo kontainer lantaran adanya pembatasan jam operasional trucking di pagi dan sore hari di ruas Jalan Raya Cilincing Jakut itu.

“Kondisinya kian krodit karena terjadi penumpukan di depo-depo kontainer dan trucking menahan untuk tidak jalan akibat pembatasan jam operasional di ruas jalan tersebut,” ujar Ketua DPW ASDEKI DKI Jakarta, Abdul Yacub, melalui keterangan resminya yang diterima Logistiknews.id, pada Jumat (21/11/2025).

Untuk itu, ASDEKi DKI Jakarta meminta supaya Pemerintah Kota (Pemkot) Jakut dapat mengevaluasi kebijakan uji coba pembatasan angkutan trucking di ruas Jalan Raya Cilincing.

“Selain cost logistik membengkak, juga berimbas  pada hambatan lalu lintas arus barang dari dan ke depo anggota kami yang notabene sebagai supporting kelancaran arus logistik dari dan ke pelabuhan Tanjung Priok,” ucap Yacub.

Seperti diketahui, per 17 November 2025 Pemkot Jakarta Utara melakukan uji coba pembatasan jam operasional kendaraan besar seperti truk pengangkut barang dan logistik maupun trailer kontainer di Jalan Raya Cilincing pada pagi hari yakni pukul 06.00-09.00 WIB, dan di sore hari sejak pukul 16.00-21.00 WIB. Namun pembatasan tersebut tidak berlaku pada hari Minggu.

Pasalnya, kondisi Jalan Raya Cilincing Jakarta Utara yang kini hanya memiliki lebar sekitar 15-16 meter, memang kerap dijejali truk-truk besar maupun trailer kontainer.

Jalan Raya Cilincing selain sebagai salah satu alternatif jalur arteri untuk distribusi angkutan logistik dari dan ke pelabuhan Tanjung Priok maupun Marunda, juga sebagai akses utama pergerakan truk trailer yang mendukung aktivitas depo kontainer yang tersebar disekitar wilayah itu.

Yacub menegaskan, ditengah upaya Pemerintahan Prabowo-Gibran saat ini yang sedang fokus mengefisiensikan logistik, semestinya dapat didukung oleh semua Pemda maupun Pemkot agar target pertumbuhan ekonomi nasional dapat tercapai sesuai harapan.

“Bukan justru membuat regulasi yang kontraproduktif dengan semangat dan program yang dicanangkan Pemerintah dalam mendorong daya saing logistik nasional,” papar Yacub.

Sebelumnya, pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta maupun Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) DKI Jakarta dan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Jakarta juga menyoroti adanya pembatasan trucking di ruas Jalan Raya Marunda Jakut lantaran menghambat kelancaran arus barang dan logistik.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *