LOGISTIKNEWS.ID- Indonesia memiliki potensi besar di sektor industri kecil dan menengah (IKM), namun potensi itu harus didukung dengan kemampuan pemasaran modern.
Pemerintah juga mendorong IKM untuk adaptif, inovatif, dan menguasai platform digital agar produk lokal semakin mudah ditemukan, diterima pasar, dan memiliki daya saing.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan, penguatan literasi digital sektor IKM merupakan langkah penting dalam mendorong ekspansi pasar domestik, sekaligus mendongkrak kontribusi IKM terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Upaya ini juga sejalan dengan agenda pemerintah dalam upaya mempercepat industrialisasi, yang memacu penciptaan nilai tambah, serta meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil dan menengah,” ujarnya melalui keterangan pers-nya pada Sabtu (6/12/2025).
Menperin menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat daya saing dan kemandirian industri nasional melalui peningkatan kapasitas pelaku industri kecil dan menengah (IKM), termasuk dalam penguasaan teknologi digital.
Sebab, imbuhnya, transformasi digital harus menjadi gerakan bersama agar IKM mampu memaksimalkan peluang pasar, terutama di tengah perubahan lanskap bisnis global yang semakin terdorong oleh teknologi dan perilaku konsumen berbasis digital.
Sejalan dengan arahan tersebut, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) terus memperluas kapasitas pemasaran digital IKM sebagai strategi memperkuat akses pasar.
“Pemanfaatan kanal digital dinilai efektif, mudah, dan efisien dalam meningkatkan penjualan produk IKM, sekaligus mengurangi hambatan geografis dan biaya pemasaran,” ucap Menperin.
Adopsi Pemasaran Digital
Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menyampaikan, adopsi pemasaran digital menjadi kebutuhan mendesak bagi pelaku IKM.
“Dengan keterbatasan modal, IKM memiliki ruang gerak yang sempit dalam pemasaran konvensional. Pemasaran digital membuka kesempatan bagi IKM untuk menjangkau pasar lebih luas, bahkan global, dengan biaya yang jauh lebih terjangkau,” ujarnya.
Peningkatan literasi digital menjadi semakin relevan seiring tingginya penetrasi internet dan perubahan tren belanja masyarakat.
Berdasarkan survei APJII pada tahun 2025, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 229,43 juta jiwa.
Bahkan, data Kementerian Perdagangan juga menunjukkan pertumbuhan pengguna e-commerce meningkat 69 persen dalam lima tahun terakhir, dari 38 juta pada 2020 menjadi 65 juta pada 2024, dengan nilai transaksi mencapai Rp487 triliun pada 2024.
“Tingginya minat belanja daring harus menjadi momentum bagi pelaku IKM untuk memperluas kehadiran produk di berbagai marketplace,” ujar Reni.[syf]













