LOGISTIKNEWS.ID- Kapal pengangkut petikemas AS PENLOPE berkapasitas 5.000-an twenty foot equivalent units (TEUs) sedang melaksanakan aktivitas bongkar muat di New Priok Container Terminal One (NPCT-1), saat Logistiknews.id, dan sejumlah media lainnya melakukan visit ke terminal peti kemas yang berada di wilayah pabean Tanjung Priok itu pada Selasa (30/12/2025).
Kapal dengan rute Singapura – Tanjung Pelapas – Jakarta (weekly service) yang dioperasikan perusahaan pelayaran global, Hapag Lloyd itu melakukan bongkar muat 1.677 bok atau setara 2.926 TEUs, dengan rincian bongkar 862 bok dan muat 815 bok.
Pihak NPCT-1 menargetkan layanan bongkar muat kapal itu dapat rampung selama kurang lebih 26 jam lantaran kapal tersebut sandar sejak Senin 29 Desember 2025 pukul 11.47 Wib dan estimasinya keluar pada Selasa pukul 15.00 Wib yang dilayani dengan 4 unit Quay Container Crane (QCC), atau rerata mampu menghandle 64 bok/jam.
Derektur NPCT-1, Kiki M Hikmat menjelaskan, pihaknya terus berkomitmen memberikan layanan prima kepada semua customer dengan mengedepankan safety dan percepatan layanan.
“Kalau dermaga NPCT-1 panjangannya 850 meter dan saat ini bisa melayani 3 kapal sekaligus dalam sehari jika panjang kapal-nya rerata 250 meteran,” ujar Kiki.
Saat ini, NPCT-1 memilik kapasitas terpasang hingga 1,5 juta TEUs, dan beroperasi di areal seluas 32 Ha, kedalaman 16 meter, 9 unit Quay Crane, 51 Prime Movers, dan 29 Rubber Tyred Gantry Crane (RTG) di lapangan penumpukan. Bahkan, dalam waktu dekat akan ada penambahan 7 umit prime mover lagi di NPCT-1.
Prime mover atau penggerak mula, merupakan sumber tenaga utama yang mengubah energi (panas, kimia, dan lainnya) menjadi energi mekanik untuk menggerakkan mesin lain atau kendaraan, seperti mesin diesel pada truk trailer, atau turbin di pembangkit listrik.
Pada kesempatan itu, Kiki yang mewakili manajemen NPCT-1 juga didampingi Didip Sulaiman (Komersial) dan Adi Wahyu Saputera (Operasional).
Kelancaran Logistik Nataru
Kiki juga menegaskan, aktivitas operasional yang berkaitan dengan bongkar muat petikemas maupun receiving dan delivery (R/D) di NPCT-1 hingga kini kondisinya relatif aman, meskipun sekarang ini sedang ada kebijakan pembatasan operasional angkutan barang (truk) selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
“Kondisinya (trafik) sampai saat ini aman terkendali, Apalagi kami juga telah menerapkan digitalisasi sehingga mengurangi kontak langsung pada semua aspek layanan dan keberlanjutan operasional selama 24/7,” ucap Kiki.

Berdasarkan data yang diperoleh Logistiknews.id, yard occupancy ratio (YOR) di NPCT-1 yang tercatat pada 30 Desember 2025 pukul 08.00 Wib adalah 51%. Adapun parameter receiving dan delivery (R/D)-nya perhari mencapai 2.800 bok.
Selama beroperasi 10 tahun sejak 2016 hingga Agustus 2025, NPCT-1 telah menghandle 10 juta Teus. Adapun sampai Nopember 2025, terminal ini sudah melayani bongkar muat petikemas 1,39 juta TEUs, atau tumbuh rerata 10-17% pertahun.
“Secara operasional kami bisa mencapai target-target tersebut, dan sepertinya hingga akhir 2025 kami bisa layani lebih dari 1,5 juta TEUs. Tetapi meskipun sudah melampaui kapasitas kami berusaha bisa melayaninya dengan baik dengan semua fasilitas dan peralatan yang kami operasikan,” papar Kiki.
NPCT-1 juga menegaskan, bahwa hingga Nopember 2025 telah melayani sebanyak 801 kapal.[am]













