LOGISTIKNEWS.ID– Perusahaan angkutan barang mengungkapkan, order trucking pengangkut logistik masih relatif stabil sejak awal tahun 2026 hingga Februari saat ini, lantaran banyak Truk yang masih order untuk menghabiskan sisa pekerjaan di tahun 2025 lalu, namun tidak sedikit yang sudah mulai mendapatkan order baru di tahun ini.
Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Jakarta, Dharmawan Witanto mengatakan, dengan semakin membaiknya kinerja layanan di pelabuhan Tanjung Priok juga sangat memengaruhi pergerakan (ritase) truk dari dan ke Pelabuhan tersebut di Indonesia itu.
“Kalau pergerakan (truk) per hari ini relatif masih stabil. Aktivitas order angkutan ada saja,” ungkap Dharmawan, kepada Logistiknews.id, pada Rabu (4/2/2026).
Dia mengungkapkan, selama ini yang dicemaskan para pengusaha maupun pengemudi (Sopir) truk yakni kemacetan di jalur distribusi dari dan ke Priok, termasuk ke fasilitas Depo kontainer.
“Namun untuk layanan truk di dalam pelabuhan, kami juga berharap agar lebih dipercepat lagi sehingga truk tidak terlalu lama menunggu di dalam pelabuhan. Untuk itu pelabuhan Priok agar terus berbenah” ucap Akong panggilan akrab Dharmawan.
Berdasarkan pantauan Logistiknews.id, akses dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok pada pagi menjelang siang hari ini relatif lancar.
Adapun rata-rata tingkat isian lapangan penumpukan atau yard occupancy ratio (YOR) di sejumlah terminal Pelabuhan Tanjung Priok pada Jumat 30 Januari 2026 mencapai 25% s/d 78%.
Rincianya, rerata YOR di JICT tercatat 55%, Terminal Peti Kemas (TPK) Koja 51% bok, IPC TPK Internasional (OJA) 35%, dan IPC TPK Internasional (TSJ) 35%. IPC TPK Domestik (MSA) 55%, IPC TPK Domestik (Temas) 78%, IPC TPK Domestik (009) 44%, IPC TPK Domestik (Adipurusa) 52%, IPC TPK Domestik (DHU) 59%.
Kemudian, New Priok Container Terminal One (NPCT-1) 51%,Terminal Mustika Alam Lestari (TMAL) 52%, Indonesia Kendaraan Terminal (KT) 28l5%, dan Prima Nur Panurjwan (PNP) 54%.
Adapun jumlah kontainer yang melebihi batas waktu penumpukan atau longstay di kawasan pabean pelabuhan Tanjung Priok, pada Jumat 30 Januari 2026 tercatat sebanyak 5.862 bok.
Rinciannya, kontainer yang menumpuk lebih dari 3 hari sebanyak 5.428 bok, dan yang menimbun lebih dari 30 hari 434 bok.[am]













