Pelindo Mitigasi, Halau Rob di Pelabuhan Tanjung Emas

  • Share
General Manager Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang juga menjabat Branch Manager Pelindo Multi Terminal (PMT) Tanjung Emas, Capt Joko (dok:Logistiknews.id/Akhmad Mabrori)

LOGISTIKNEWS.ID- Untuk penanganan ancaman banjir rob di Tanjung Emas, manajemen Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Jawa Tengah (Jateng), hingga kini telah memiliki 61 pompa elektrik sistem yang dilengkapi dengan kolam retensi.

Dengan antisipasi yang dilakukan serta menyiapkan tim tanggap darurat, maka saat ini isue rob bukan lagi menjadi isu krusial di Pelabuhan tersibuk di Jateng itu.

“Sejak setahun lalu kami siapkan pompa elektrik itu. Saat ini jumlahnya sudah ada 61 unit pompa. Dari jumlah itu 54 pompa yang ready beroperasi dan  7 pompa cadangan,” ujar General Manager Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang juga menjabat Branch Manager Pelindo Multi Terminal (PMT) Tanjung Emas, Capt Joko saat ditemui di ruang kerjanya, di pelabuhan Tanjung Emas pada Jumat (6/2/2026).

Dia mengungkapkan, ada 10 cluster (area) dan kolam retensi yang menjadi titik penempatan pompa elektrik yang rata-rata mampu/berdaya hisap  800 liter air perdetik.

“Dalam satu cluster bisa kami tempatkan lebih dari satu pompa. Sehingga secara otomatis, disaat tinggi air tertentu pompa tersebut menyala, dan air dibuang ke kolam retensi sebelum ke laut,”ujar Joko.

Fokus 2026

Joko menambahkan, pada tahun ini, Manajemen Pelabuhan Tanjung Emas Semarang juga akan,tetap mempertahankan pertumbuhan throghput peti kemas dan non petikemas (general cargo), serta menjaga kelancaran arus logistik dari dan ke pelabuhan.

Selain komoditi wood pallet untuk ekspor ke luar negeri, angkutan batubara juga masuk ke Tanjung Emas yakni 10 tongkang perbulan dengan rata-rata muatan 7500-8000 ton perkapal.

Bahkan, dalam setahun setahun ada 24 kapal cruise yang masuk ke terminal penumpang Tanjung Emas dengan tujuan wisata di Semarang seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Kota Lama serta wisata lain di Semarang.

Pada kesempatan itu, Joko juga mengajak Logistiknews.id, mengunjungi fasilitas terminal penumpang dan planning and control (P&C) Tanjung Emas.

Capt Joko, di ruang P&C Tanjung Emas.[dok:Logistiknews.id]
Berbagai perbaikan sarana terminal penumpang juga sedang dilakukan untuk kesiapan menghadapi angkutan lebaran atau Idul Fitri 2026 di Pelabuhan Tanjung Emas.

Ada penambahan sarana seperti pendingin ruangan, mesin chek-in tiket otomatis, serta dilengkapi alat pemeriksaan barang penumpang (X-Ray), hingga sarana bermain anak dan mempercantik ruang tunggu penumpang.

Sedangkan di ruang P&C, Joko menjelaskan fungsinya sebagai sistem digital dalam pengendalian semua kegiatan operasional (kapal dan barang) di pelabuhan Tanjung Emas.

Thoughput Tumbuh

Joko menyebutkan, total arus barang nonpetikemas pada 2025 mencapai 4.868.254 ton, atau naik 5,6% dibandingkan realisasi 2024 yang tercatat 4.608.710 ton.

Dia mengungkapkan, peningkatan kinerja juga terlihat pada pelayanan barang curah kering dalam negeri. Bahkan, sepanjang 2025, produktivitas curah kering mencapai 128,99 ton per gang per jam (T/G/H), atau naik 43% dibandingkan 2024.

Produktivitas tersebut ditopang optimalnya kegiatan bongkar muat sejumlah komoditas. Di antaranya bongkar clay dengan produktivitas 168,38 T/G/H, bongkar batubara rata-rata 157,40 T/G/H, serta bongkar jagung dan pupuk dengan rata-rata 101,95 T/G/H.

Capt Joko saat di Terminal Penumpang Tanjung Emas [dok:Logistiknews.id]
Sementara itu, untuk barang nonpetikemas luar negeri, kinerja pelayanan juga mengalami peningkatan. Produktivitas curah kering pada 2025 tercatat 152,64 T/G/H, naik 6% dibandingkan 2024. Adapun produktivitas curah cair mencapai 158,36 T/G/H, atau meningkat 5%.

Selain arus barang, Pelindo juga mencatat peningkatan kualitas layanan kapal dalam negeri melalui optimalisasi Terminal Multipurpose. Pada 2025, kinerja Berthing Time (BT) atau waktu sandar kapal tercatat 47,35 jam, lebih efisien 13% dibandingkan 2024.

Efisiensi tersebut dipengaruhi meningkatnya aktivitas kapal domestik, antara lain bongkar LPG PT Opsico dengan rata-rata BT 18,91 jam, serta bongkar RBD Palm Olein dengan rata-rata 36,63 jam.

“Manajemen Pelabuhan Tanjung Emas juga berkomitmen terus melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan untuk menekan waktu tunggu dan meningkatkan efektivitas bongkar muat di pelabuhan,”ucap Joko.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *