Intip Produktivitas & Market Share 5 Terminal Ekspor Impor di Priok, Siapa Unggul ?

  • Share
Dua Unit Quay Container Cranes Super Post Panamax terbaru di JICT

LOGISTIKNEWS.ID- Sebagai pintu gerbang ekonomi nasional, pelabuhan Tanjung Priok yang terletak di Jakarta Utara menjadi pelabuhan tersibuk di Indonesia dengan aktivitas ekspor impor yang setiap tahunnya cenderung alami pertumbuhan. Makanya tak heran, jika saat-saat tertentu kondisi akses distribusi dari dan ke pelabuhan Tanjung Priok mengalami kemacetan parah imbas padatnya layanan receiving dan delivery pada terminal peti kemas ekspor impor di pelabuhan tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun Logistiknews.id, selama tahun lalu (hingga Desember 2024) arus peti kemas ekspor impor melalui pelabuhan Tanjung Priok mencapai 5.231.727 twenty foot equivalent units (TEUs) atau tumbuh 7,21% dibanding tahun 2023 yang tercatat 4.879.795 TEUs.

Realisasi arus peti kemas ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok pada tahun lalu itu sekaligus menjadi acuan market share para pengelola fasilitas terminal peti kemas di pelabuhan tersebut.

Adapun di wilayah pabean pelabuhan Tanjung Priok saat ini, terdapat lima fasilitas terminal peti kemas yang melayani ekspor impor yakni; Jakarta International Container Terminal (JICT), Terminal Petikemas (TPK) Koja, New Priok Container Terminal-One (NPCT-1), Terminal Mustika Alam Lestari (MAL/NPH) dan Terminal 3-IPC TPK Tanjung Priok. Berikut rincian throughput dan market share-nya.

Posisi JICT, Masih Memimpin

Untuk produktivitas dan market share, Jakarta International Container Terminal (JICT) hingga kini masih diposisi teratas dengan berhasil menghandle peti kemas pada 2024 mencapai 2.236.869 TEUs. Jumlah itu tumbuh 5.29% dibanding tahun 2023 yang tercatat 2.124.004 TEUs. Pencapaian ini, memposisikan JICT meraih 42,74% market share peti kemas ekspor impor sepanjang tahun lalu melalui pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

Sedangkan arus peti kemas internasional (ekspor-impor) melalui New Priok Container Terminal (NPCT-1) pada 2024 mencapai 1.322.086 TEUS atau tumbuh 25,27% dibanding realisasi 2023 yang tercatat 1.081.917 TEUs. Dengan pencapaian itu, NPCT-1 sekaligus meraih 22,20% market share peti kemas ekspor impor di pelabuhan Tanjung Priok.

Posisi selanjutnya yakni, Terminal Peti Kemas (TPK) Koja yang pada tahun 2024 berhasil menghandle 1.034.711 TEUs peti kemas ekspor impor atau tumbuh 7,10% dibanding realisasi tahun.2023 yang tercatat 966.100 TEUs. Pencapaian ini memposisikan TPK Koja meraih market share 19,78% terhadap market share peti kemas ekspor impor di pelabuhan Tanjung Priok.

Kemudian, Terminal 3 yang dikelola IPC TPKĀ  Tanjung Priok, yang pada 2024 menghandle 338.898 TEUs peti kemas ekspor impor atau alami penurunan 12,61% dibanding tahun 2023 sebanyak 387.794 TEUs. Posisi ini menorehkan market share 6,48% peti kemas ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok.

Adapun Terminal MAL menghandle 299.744 TEUs petikemas ekspor impor pada 2024 atau turun 6,32% ketimbang 2023 yang tercatat 319.980 TEUs, yang sekaligus memposisikan meraih market share 5,74% terhadap peti kemas ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *