LOGISTIKNEWS.ID-Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengemukakan, percepatan transformasi digital menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan industri manufaktur nasional.
Bahkan, transformasi digital juga dapat menciptakan lapangan kerja baru di bidang teknologi dan industri yang berkaitan, serta meningkatkan sebuah kualitas pekerjaan.
Menperin mengatakan, transformasi digital sesuai dengan arah peta jalan Making Indonesia 4.0, yang tidak hanya berdampak positif pada penguatan struktur industri dalam negeri, tetapi juga memacu kompetensi dan kesiapan tenaga kerja nasional agar bisa lebih berdaya saing di kancah global.
“Untuk menjadi akselerator transformasi digital di sektor industri manufaktur Indonesia, Kementerian Perindustrian menjalankan berbagai inisiatif strategis melalui Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0),” ujarnya melalui keterangan tertulisnya dikutip Kamis (17/7/2025).
Adapun peran PIDI 4.0 antara lain menyediakan fasilitas satu atap yang mengintegrasikan showcase teknologi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), ekosistem inovasi, layanan konsultasi, dan pusat kolaborasi antar pemangku kepentingan.
“PIDI 4.0 bukan hanya menjadi pusat unjuk teknologi, tetapi juga menjadi tempat pengembangan kapabilitas SDM, konsultasi, inovasi, dan kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, serta penyedia solusi teknologi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Masrokhan mengatakan, mengapresiasi kehadiran dan kontribusi NEC Indonesia sebagai mitra aktif PIDI 4.0.
Solusi smart manufacturing dari NEC yang berbasis data, IoT, dan AI seperti Real Time Monitoring Dashboard, Warehouse Management System, serta Work Process Recognition yang ditampilkan di PIDI 4.0 merupakan bukti nyata kontribusi mereka dalam pengembangan ekosistem Industri 4.0 di Indonesia,”jelas Masrokhan.
Pada tahun 2025, PIDI 4.0 memfasilitasi NEC Indonesia dan BogorTech untuk melakukan kolaborasi pengembangan teknologi Industrial IoT SmartBox yang berfungsi untuk akuisisi dan visualisasi data dari mesin industri.
“Diharapkan kolaborasi ini menghasilkan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri manufaktur di Indonesia,” ucapnya.
President Director NEC Indonesia, Joji Yamamoto, mengatakan, sebagai salah satu mitra PIDI 4.0, NEC berkontribusi dalam percepatan Making Indonesia 4.0 dengan membangun infrastruktur digital berskala nasional, meningkatkan kualitas SDM, serta mendukung ekosistem inovasi di Indonesia.[syf]












