Hubla Gelar Padat Karya & Resmikan Menara Suar di Tarakan

  • Share

TARAKAN – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub menggelar program padat karya di Tarakan, Kalimantan Utara yang melibatkan sekitar 124 orang.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknik (UPT) Tarakan itu sekaligus dalam rangka peresmian Menara Suar Tanjung Batu, Kelurahan Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur.

Menara Suar tersebut sebagai salah satu penunjang keselamatan dan keamanan transportasi laut yang berfungsi  untuk memberikan informasi kepada kapal-kapal yang akan memasuki Pelabuhan Tarakan.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 124 orang peserta dengan rincian kegiatan meliputi bersih-bersih pantai di lokasi Pelabuhan Malundung sebanyak 50 orang, pekerjaan Pemeliharaan Mess Pegawai Disnav Tarakan sebanyak 15 orang.

Selanjutnya pekerjaan Pemeliharaan Rumah Jaga Operasional Disnav Tarakan sebanyak 15 orang, pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor UPP Tanjung Selor sebanyak 6 orang, pekerjaan Pemeliharaan Gudang Kantor UPP Tanjung Selor sebanyak 3 orang.

Kemudian pekerjaan Pemeliharaan Rumah Dinas Kepala Kantor UPP Pulau Bunyu sebanyak 10 orang. Pekerjaan Pemeliharaan Gedung Kantor UPP Pulau Bunyu sebanyak 10 orang. Pekerjaan Pemeliharaan Dermaga UPP Sungai Nyamuk  15 Orang dan pekerjaan Pemeliharaan Mess KSOP Nunukan sebanyak 10 orang.

Peserta merupakan masyarakat sekitar yang memenuhi kriteria untuk dilibatkan dalam kegiatan Padat Karya yaitu kategori masyarakat pengangguran dan setengah penganggur.

Padat Karya di wilayah Kalimantan Utara ini diselenggarakan oleh KSOP Tarakan, Disnav Tarakan, KSOP Nunukan, UPP Tanjung Selor, UPP Sungai Nyamuk dan UPP Pulau Bunyu.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo mengatakan Padat Karya ini dilaksanakan dalam rangka membantu meringankan beban warga di tengah pandemi Covid 19 yang berdampak pada ekonomi sebagian besar masyarakat di Tanah Air.

“Tujuan lainnya adalah untuk memupuk rasa kebersamaan, gotong royong, meningkatkan partisipasi masyarakat serta kualitas dan kuantitas pemberdayaan masyarakat,” kata Dirjen Agus saat membuka acara, pada Senin (5/4/2021).

Dirjen Agus mengatakan, Padat Karya ini juga diharapkan dapat mewujudkan peningkatan akses masyarakat dengan berbasis pendekatan pemberdayaan masyarakat, membangkitkan kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan menjadi salah satu Kementerian yang memiliki program padat karya. Jenis padat karya di sektor transportasi sendiri terdiri dari pembangunan, pemeliharaan, perbaikan serta pembersihan sarana dan prasarana transportasi.

“Padat Karya ini juga membantu terbangun dan terawatnya infrastruktur transportasi. Kemudian meningkatkan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan, mendayagunakan sumber daya dan tenaga kerja lokal dalam pembangunan. Dan menjadi salah satu usaha pemeliharaan sarana dan prasarana operasional pelabuhan dan pemeliharaan fasilitas kenavigasian,” ucap Dirjen Hubla.(*)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *