ALFI Jawa Barat Apresiasi Patimban Dikelola Swasta

  • Share
Ketua ALFI Jawa Barat, M Nuh Naaution

JAKARTA, Logistiknews –  Pelaku usaha logistik di Jawa Barat mengapresiasi penyerahan pengelolaan aset Pelabuhan Patimban oleh Kementerian Perhubungan kepada pihak swasta yakni PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI).

Ketua DPW ALFI Jawa Barat, M Nuh Nasution mengatakan, dengan pengelolaan oleh swasta, pengembangan pelabuhan Patimban diharapkan bisa lebih optimal dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi serta menekan biaya logistik nasional.

“Pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini sedang fokus upaya membuat biaya logistik nasional bisa lebih efisien sehingga komoditi nasional mampu berdaya saing. Untuk itu stakeholder harus mendukung upaya pemerintah tersebut,” ujarnya, kepada Logistiknews.id, pada Jumat (17/12/2021).

M.Nuh menegaskan, ALFI Jawa Barat mengapreaiasi pelabuhan Patimban yang kini dikelola swasta karena perlu adanya kompetisi pelabuhan yang dikelola secara profesional.

“Kita perlu mendongkrak daya saing saat ini untuk industri kita secara nasional yang menyeluruh. Makanya kami sangat setuju jika Patimban dikelola swasta ketimbang BUMN. Dengan harapan untuk menurunkan biaya logistik,” ucapnya.

Pelabuhan Patimban merupakan Pelabuhan Utama dan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang direncanakan untuk melayani kegiatan bongkar muat kendaraan dan petikemas yang diselenggarakan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Patimban sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 71 Tahun 2021.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut Arif Toha mengungkapkan, biaya logistik di Indonesia relatif masih tinggi dibanding negara tetangga. Sehingga dengan keberadaan Pelabuhan Patimban diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas logistik nasional.

“Mudah-mudahan dengan adanya suatu lingkungan tatanan baru pelabuhan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari logistik nasional dan daya saing ekonomi nasional khususnya di koridor utara Jawa sehingga dapat memberi manfaat langsung kepada masyarakat,” ungkap Arif saat Kementerian Perhubungan secara resmi menyerahkan aset pengelolaan aset Pelabuhan Patimban kepada  PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI), di Kantor Kemenhub (16/12/2021).

Penyerahan tersebut ditandai dengan acara Penandatanganan Perjanjian Pemanfaatan Barang Milik Negara Melalui Kerja Sama Penyediaan Infrastruktur (KSPI) Proyek KPBU Pelabuhan Patimban.

Penandatanganan tersebut dilaksanakan oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut Arif Toha dengan Direktur Utama PT Pelabuhan Patimban Internasional, yang dilanjutkan dengan Berita Acara Serah Terima Aset KPBU Pelabuhan Patimban antara Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Patimban dengan Direktur Utama PT Pelabuhan Patimban Internasional.

Kemudian dilakukan penandatanganan Berita Acara Tanggal Efektif KPBU antara Direktur Jenderal Perhubungan Laut dengan Direktur Utama PT Pelabuhan Patimban.

Serah terima aset ini ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama Pemerintah Dengan Badan Usaha (KPBU) Pelabuhan Patimban antara Kementerian Perhubungan sebagai Penanggungjawab Proyek dengan PT. Pelabuhan Patimban Internasional sebagai Badan Usaha Pelaksana yang telah ditandatangani pada bulan Maret 2021 lalu.

“Pelabuhan Patimban internasional ini adalah suatu perjalanan panjang. Alhamdulillah sekarang kita memasuki era baru dari suatu pelabuhan dimana Patimban sebagai salah satu pelabuhan utama yang dikelola oleh swasta atau badan usaha lain selain BUMN. Harapannya, tentunya hal ini akan mampu meningkatkan efisiensi logistik di masa mendatang,” ujar Arif.

Adapun pengelolaan Pelabuhan Patimban ini akan dikerjasamakan selama kurun waktu 40 tahun, dengan ruang lingkup meliputi penyediaan suprastruktur di Pelabuhan Patimban untuk kapasitas terminal petikemas sebesar 3,75 Juta twentyfoot equivalent units (TEUs) dan kapasitas terminal kendaraan sebesar 600.000 CBUs.

Diharapkan dengan dioperasikannya Pelabuhan Patimban oleh PT Pelabuhan Patimban Internasional dapat meningkatkan produktifitas, efisiensi logistik dan daya saing ekonomi nasional khususnya di koridor utara Jawa sehingga dapat memberi manfaat langsung kepada masyarakat.(am)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *