Sorotan Redaksi Sepekan: Reformasi Struktur Logistik hingga Dispensasi PMKU Trucking di Priok

  • Share

Sepanjang pekan ini (25 September s/d 1 Oktober 2023), redaksi Logistiknews.id mengangkat sejumlah topik pada sektor logistik yang disodorkan ke pembaca.

Usulan Supply Chain Indonesia (SCI) mengenai 10 langkah untuk mereformasi struktur logistik nasional, menjadi topik awal sorotan redaksi pada awal pekan ini.

Topik lainnya, Luwjistik yang merilis kinerja sektor logistik di kawasan Asia Tenggara. Di akhir pekan, ada pula informasi Kinerja Pelindo Marine Service yang kian moncer, pasca dua tahun merger Pelindo.

Selain itu, redaksi juga mengangkat soal Dispensasi selama enam bulan yang diberikan Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok prihal Persyaratan PMKU Trucking di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu. Berikut rangkumannya:

Reformasi Struktur Logistik Nasional

Senior Consultant SCI, Joni Gusmali menyatakan diperlukan struktur organisasi yang tepat untuk memastikan perbaikan dan pengembangan sistem logistik nasional yang efektif di masa depan.

Struktur itu akan tergantung pada kebutuhan, skala, dan kompleksitas sistem logistik serta perancangannya mencakup sepuluh elemen penting.

Baca Juga : SCI gagas 10 Langkah Reformasi Struktur Logistik Nasional

Joni mengingatkan struktur organisasi yang tepat dapat berubah sesuai perkembangan dan perubahan dalam kebutuhan logistik nasional, sehingga perlu dipertimbangkan fleksibilitas dan adaptasi dalam desain struktur organisasi itu.

Kinerja Logistik Asia Tenggara

Perusahaan perangkat lunak pendukung layanan logistik terkemuka berbasis di Singapura, Luwjistik merilis laporan yang mencakup sektor logistik di kawasan Asia Tenggara.

Dalam laporannya bertajuk ‘Status Logistik di Asia Tenggara’ ini mencakup pandangan mengenai industri logistik di kawasan itu yang fokus pada tantangan dan peluang pertumbuhan di empat pasar terbesar yakni; Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Vietnam.

Syed AliRidha Madihid, salah satu pendiri dan CEO Luwjistik, mengemukakan, laporan ini juga berisi wawasan tentang mitra jaringan logistik di Asia Tenggara dan lima mitra jaringan last-mile terbaik di kawasan itu berdasarkan matrik kinerja dan tingkat keberhasilan yang dicapai.

Baca Juga : Luwjistik Rilis Kinerja Sektor Logistik Kawasan Asia Tenggara

Laporan ini untuk memperjelas industri logistik di Asia Tenggara, serta memungkinkan penyedia layanan logistik untuk mengambil keputusan strategis yang lebih tepat.

Menurutnya, Asia Tenggara sangat kompleks dalam sektor logistik. Penyedia layanan logistik dan pendukung e-commerce harus menghadapi lanskap yang terfragmentasi dengan inefisiensi dan kurangnya standarisasi yang meningkatkan tantangan pengendalian biaya dan operasional.

Pasca 2 Tahun Merger Pelindo

Pada 1 Oktober 2023, merger BUMN PT Pelabuhan Indonesia/Pelindo (Persero), genap berumur dua tahun.

Pasca merger, Pelindo tak hanya memacu standarisasi layanan kepelabuhanan yang berkaitan dengan bongkar muat kargo, tetapi juga layanan marine seperti penundaan kapal dan operasional kapal pandu.

PT Pelindo Marine Service atau Pelindo Marines menjadi lini bisnis Pelindo Group yang mengintegrasikan standarisasi layanan marine pada 46 pelabuhan di Indonesia terus menunjukkan catatan kinerja positif.

Baca Juga : 2 Tahun Merger, Kinerja Pelindo Marine Service kian MoncerĀ 

Direktur Utama Pelindo Marines, Warsilan, menjabarkan data kinerja perusahaan bahwa jumlah layanan penundaan kapal pada Agustus 2023 tercatat mencapai 2,2 juta groston kali jam atau melonjak 158 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 1,4 juta groston kali jam.

Kemudian untuk layanan operasional kapal pandu telah berjalan hingga 315 gerakan kapal atau meningkat dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sejumlah 245 gerakan kapal. Maka layanan kapal pandu juga bertumbuh 129 persen year on year.

Dispensasi PMKU Truk Logistik

Kantor Otoritas Pelabuhan Tqnjung Priok Jakarta meyampaikan bahwa pelaksanaan registrasi perpanjangan Pemberitahuan Melakukan Kegiatan Usaha (PMKU) Bidang Usaha Angkutan Darat yang berkegiatan di Pelabuhan Tanjung Priok, diperpanjang hingga enam bulan kedepan.

Hal itu, sebagaimana tertuang dalam Surat Kepala OP Tanjung Priok Subagiyo, No: UM.006/26/1/OP.TPK-23 tanggal 25 September 2023 tentang Pemberitahuan Dispensasi Perpanjangan Persyaratan Administrasi PMKU Bidang Usaha Angkutan Darat/ Trucking, yang disampaikan kepada sejumlah asosiasi terkait di pelabuhan Tanjung Priok.

Dalam surat KaOP Tanjung Priok itu disebutkan bahwa registrasi PMKU perusahaan trucking berkewajiban melampirkan persyaratan administrasi, diantaranya melampirkan Nomor Induk Berusaha (NIB), dimana dalam NIB memuat kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dan Sertifikat Standar Perizinan Berusaha Berbasis Risiko yang telah terverifikasi.

Baca Juga : Aptrindo Happy, OP Priok Dispensasi Persyaratan PMKU Trucking selama 6 Bulan

Mengingat dalam pemenuhan Sertifikat Standar tersebut memerlukan tahapan dan waktu dari Instansi Pemerintah yang berwenang, maka terhadap pemenuhan persyaratan administrasi PMKU Bidang Usaha Angkutan Darat/Trucking terkait Sertifikat Standar Perizinan Berusaha Berbasis Risiko yang telah terverifikasi diberikan penambahan dispensasi waktu selama enam bulan dari dispensasi kedua yang sudah diberikan.

Namun, apabila dalam masa dispensasi tersebut tidak dapat memenuhi persyaratan dimaksud, maka Perusahaan Trucking yang telah memiliki PMKU tidak dapat diberikan pelayanan perpanjangan PMKU Bidang Usaha Angkutan Darat/Trucking di tahun berikutnya pada Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok.[redaksi@logistiknews.id]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *