ALFI Ingatkan Pelabuhan Priok, Siapkan Mitigasi & Contingency Plan Saat Angleb

  • Share
Ketua Umum DPW ALFI Jakarta, Adil Karim

LOGISTIKNEWS.ID- Pelaku usaha logistik mengingatkan agar seluruh pengelola terminal peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok menyiapkan mitigasi dan contingency plan  untuk menghindari terjadinya kemacetan yang berpotensi stagnasi seperti yang terjadi pada pasca Libur Lebaran tahun lalu di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jakarta, Adil Karim mengatakan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) selaku regulator tertinggi di pelabuhan juga perlu mengharmonisasikan semua pemangku kepentingan atau stakeholders guna tetap menjaga kelancaran arus barang dan logistik dari dan ke pelabuhan Priok, menjelang hingga pasca Lebaran.

“Operator pelabuhan maupun Terminal Peti Kemas di Priok juga mesti transparan menyampaikan rencana mitigasi dan contingency plan-nya kepada customer atau pengguna jasanya,” ujar Adil, kepada Logistiknews.id, pada Jumat (27/2/2026).

Dia menegaskan, pergerakan arus barang dan logistik pada periode Angkutan Lebaran (Angleb) Tahun 2026/Idul Fitri 1447 diprediksi dinamis lantaran pelaku usaha logistik juga akan menyesuaikan dengan regulasi yang telah diterbitkan Pemerintah khususnya mengenai pengaturan operasional angkutan barang selama Angleb.

“Disisi lain manajemen Pelabuhan Tanjung Priok juga agar fokus pada pengaturan receiving dan delivery (R/D) di semua terminal pasca Lebaran supaya tidak terjadi aktivitas R/D secara masif atau bersamaan yang berpotensi menimbulkan bottleneck,” ucap Adil.

Berdasarkan data yang dihimpun Logistiknews.id, bahwa parameter harian kegiatan penerimaan dan pengeluaran kontainer atau receiving dan dellivery (R/D) di Jakarta International Container Terminal (JICT) sebanyak 4.500 bok/hari, Terminal Petikemas (TPK) Koja 2.000 bok, IPC TPK Internasional (OJA) dan IPC TPK Internasional (TSJ) 1.500 bok.

Adapun parameter R/D harian di IPC TPK Domestik (MSA) dan IPC TPK Domestik (Temas) 2.000 bok, IPC TPK Domestik (009) sebanyak 800 bok, IPC TPK Domestik (Adipurusa) 1.500 bok, dan IPC TPK Domestik (DHU) 1.500 bok.

Selain itu, parameter R/D harian di New Priok Container Terminal-One (NPCT-1) sebanyak 2.800 bok, Terminal Mustika Alam Lestari (TMAL/NPH) 1.200 bok, PT Pelabuhan Tanjung Priok/PTP Multipurpose 350 bok dan Prima Nur Panurjwan (PNP) 750 bok.

Sedangkan di Terminal Khusus Mobil atau Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) parameter harian R/D-nya sebanyak 1.500 unit.

Disisi lain, Pemerintah telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan selama masa arus mudik dan balik angkutan Lebaran Idul Fitri 2026, yang ditandatangani Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Direktur Jenderal Bina Marga Kemen PU Roy Rizali Anwar, dan Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Irjen Pol Agus Suryonugroho.

Pengaturan pembatasan operasional angkutan barang itu tertuang dalam SKB Nomor: KP-DRJD 854 Tahun 2026; HK.201/1/21/DJPL/2026; Kep/43/II/2026; 20/KPTS/Db/2026.

Pemberlakuan pembatasan operasional angkutan barang saat masa angkutan Lebaran 2026 atau Hari Raya Idul Fitri 1447 H itu dilakukan pada 13-29 Maret 2026 demi kelancaran arus mudik dan balik saat Lebaran.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *