Gempa Guncang Sulut & Malut, Layanan TPK Bitung Masih Normal

  • Share
Kapal Tanto Intim Line saat di TPK Bitung, Rabu (7/5/2025).

LOGISTIKNEWS.ID- Aktivitas layanan kapal dan bongkar muat peti kemas di Terminal Peti Kemas (TPK) Bitung masih berjalan normal, pasca  terjadinya gempa yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) pada Kamis (2/4/2026).

“Kondisi TPK Bitung berjalan normal kembali setelah adanya peringatan tsunami berakhir oleh BMKG pada pukul 11:00 Wita, kondisi infrastruktur pada pemeriksaan awal di terminal juga relatif masih aman dan seperti sebelumnya,” ujar Terminal Head yang juga Manajer Pengelolaan Operasi TPK Bitung Muhammad Habibi, saat dihubungi Logistiknews.id, pada Kamis malam (2/4/2026).

Dia mengungkapkan, pada saat terjadinya gempa, di TPK terdapat 1 buah kapal yang sedang berkegiatan bongkar muat yaitu kapal Gaung Mas, dan kegiatan bongkar muat sempat dihentikan sementara, namun  berjalan normal kembali pada pukul 11:00 waktu setempat.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan magnitudo 7,6 terjadi pada Kamis 2 April 2026 sekitar pukul 05.48 waktu setempat.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,25° LU ; 126,27° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 Km arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 33 km. Gempa ini sempat berpotensi tsunami dan diikuti sejumlah gempa susulan.

Adapun letak TPK Bitung, jika perjalanan dari Kota Manado Sulawesi Utara (Sulut) melalui akses tol Bitung-Manado sepanjang sekitar 40 Km, dapat ditempuh relatif singkat-yakni sekitar 30 menitan.

Letak gate utama Terminal Petikemas (TPK) Bitung juga cukup strategis lantaran berhadapan langsung dengan pintu akses jalan bebas hambatan itu sehingga mempermudah distribusi barang dan logistik bertonase besar ke gudang di kota Manado dan sekitarnya.

Berdasarkan catatan Logistiknews.id, TPK Bitung juga memiliki fasilitas Dermaga (1-2) sepanjang 355 meter dan lebar 25 meter dengan kedalaman -10 s/d -15 meter Low Water Spring (mLWs). Selain itu, Dermaga (3-PMN) dengan panjang 327 meter dan lebar 35 meter dengan kedalaman-10 s/d -15 mLWs.

Selain itu, telah dilengkapi dengan fasilitas pendukung bongkar muat peti kemas antara lain; 2 unit Reach Stacker, 5 unit Container Crane  (CC), 26 Chasis, 3 Forklif, 20 Head Truck, 10 unit Rubber Tyred Gantry Crane (RTGC), dan 1 unit Side Loader.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *