IMPORTASI: Jalur Kuning Dihapus, Depalindo Usulkan Kembali Masuk Jalur Merah

  • Share
Aktivitas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok- photo: logistiknews.id

LOGISTIKNEWS.ID – Dewan Pemakai Jasa Angkutan Logistik Indonesia (Depalindo) mengapresiasi keputusan Drjen Bea dan Cukai Kemenkeu yang telah menerbitkan regulasi menghapuskan kategori jalur kuning dalam kegiatan pengeluaran barang impor.

Dengan begitu, sehingga saat ini penetapan pengeluaran barang impor kembali hanya ada dua jalur yakni Jalur Merah dan Jalur Hijau, sebagaimana yang tertuang dalam Perdirjen Bea dan Cukai No: PER-02/BC/2022 yang merupakan perubahan kelima atas Perdirjen-16/BC/2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengeluaran Barang Impor untuk Dipakai.

Hal tersebut dikemukakan Ketua Umum Depalindo Toto Dirgantoro yang juga merupakan Sekjen Gabungan Perusahaan Eksportir Indonesia (GPEI), kepada wartawan pada Selasa (26/4/2022).

“Sudah sejak lama diharapkan oleh Depalindo agar jalur kuning itu ditiadakan. Bahkan jauh hari sebelumnya Depalindo sudah pernah mengirim surat kepada Mennteri Keuangan maupun kepada  Presiden untuk ditinjau kembali prihal jalur kuning dalam penetapan pengeluaran barang impor tersebut dan mengembalikan kembali ke jalur merah atau hijau. Jadi hanya ada dua jalur dalam hal ini,” ujar Toto.

Menurutnya, jalur kuning sangat rawan dan ‘abu-abu’ dalam kegiatan importasi padahal disisi lain industri dalam negeri harus terproteksi dari derasnya barang impor yang masuk ke Indonesia yang berprotensi menurunkan daya saing dan merugikan produsen maupun industri dalam negeri.

“Sebab, kuat dugaan jalur kuning dimanfaatkan oleh oknum untuk bermain-main dalam memasukkan barang impor kedalam negeri,” paparnya.

Oleh sebab itu, Depalindo berharap dengan penghapusan jalur kuning maka kegiatan pemeriksaan jalur merah dapat kembali naik karena penetapan kategori jalur kuning merupakan mayoritas importasi jalur merah yang sebelumnya dikuningkan.

Toto Dirgantoro, Ketua Umum Depalindo dan Sekjen DPP GPEI

“Intinya profil importasi yang sebelumnya terkena jalur kuning agar oleh Ditjen Bea dan Cukai dikembalikan ke jalur merah sehingga dokumen maupun fusik petikemasnya bisa terperiksa secara konprehensif guna menekan potensi penyelundupan yang merugikan produsen/industri dalam negeri,” tegas Toto.

Peniadaan kategori importasi jalur kuning tertuang dalam Perdirjen Bea Cukai No. PER-02/BC/2022 tanggal 21 April 2022.

Beleid yang ditandatangani Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu, Askaloni itu mulai diberlakukan pada 25 April 2022.

Dalam beleid itu, sekaligus menegaskan  bahwa tidak ada lagi penetapan jalur kuning dalam pemeriksaan fisik barang impor, tetapi hanya dua kategori jalur yakni, Jalur Merah dan Hijau.

Kategori Jalur Hijau yakni proses pelayanan dan pengawasan pengeluaran barang impor dengan tidak dilakukan penelitian dokumen oleh pejabat dan tidak dilakukan pemeriksaan fisik sebelum Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB).

Sedangkan Jalur Merah adalah proses pelayanan dan pengawasan pengeluaran barang impor dengan dilakukan pemeriksaan fisik dan penelitian dokumen sebelum penerbitan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB).

Perdirjen Bea Cukai No.PER-02/BC/2022 merupakan perubahan kelima atas Perdirjen-16/BC/2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengeluaran Barang Impor untuk Dipakai.

Dalam Perdirjen Bea Cukai No.PER-02/BC/2022, khususnya pada pasal 24 ayat 2 disebutkan jalur pengeluaran barang impor yakni jalur Merah dan jalur Hijau.

Berdasarkan data Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok, realisasi jumlah dokumen pemberitahuan impor barang (PIB) melalui Pelabuhan Tanjung Priok sepanjang tahun 2021 sebanyak 674.277 PIB atau naik 15,71% dibandingkan pada 2020 yang tercatat 581.866 PIB.

Sedangkan jumlah dokumen pemberitahuan ekspor barang (PEB) pada 2021 sebanyak 891.316 PEB atau naik sekitar 9,8 % dibanding tahun 2020 sebanyak 814.417 PEB.(am)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.