19.222 Truk Comply STID Permanen per 18 Mei, Ini Imbauan Aptrindo DKI

  • Share
Ketua DPD Aptrindo DKI Jakarta, H Soedirman (kiri) dan Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Capt Wisnu Handoko (kanan)/Photo:Logistiknews.id

LOGISTIKNEWS.ID – Pusat Pelaporan STID Centre Pelabuhan Tanjung Priok, mengumumkan bahwa hingga 18 Mei 2022 tercatat truk yang sudah comply secara penuh dengan Single Truck Identity Document (STID) di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu mencapai 19.222 truk.

Adapun yang masih mengantongi STID Sementara (STID-S) per 18 Mei 2022 sebanyak 2.478 Truk.

Sedangkan kartu STID yang dicetak dan didistribusikan hingga 18 Mei 2022 sebanyak 21.661 kartu.

Sementara jumlah perusahaan yang disetujui PMKU (Persetujuan Melakukab Kegiatan Usaha) ada 845 perusahaan, jumlah perusahan yang mengajukan STID 748 perusahaan dan jumlah perusahaan  yang telah disetujui STID tercatat 647 perusahaan.

Sedangkan jumlah perusahaan yang telah disetujui PMKU namun belum STID sebanyak 198 perusahaaan.

Respon Aptrindo

Berdasarkan data STID Centre tersebut, jumlah pemegang STID Sementara (STID-S) kini terus berkurang jika dibandingkan dengan pekan lalu yang tercatat lebih dari 3 ribuan truk.

Hal ini disinyalir lantaran pasca 15 Mei 2022, truk pemegang STID-S tidak diperkenankan lagi untuk berkegiatan di seluruh terminal peti kemas pelabuhan Tanjung Priok. Hanya truk yang telah comply secara penuh yang bisa berkegiatan melayani delivery/distribusi peti kemas dari dan ke terminal peti kemas Priok.

Saat ini, di Pelabuhan Tanjung Priok terdapat lima fasilitas terminal petikemas yakni Jakarta International Container Terminal (JICT), TPK Koja, New Priok Container Terminal One (NPCT-1), Terminal Mustika Alam Lestari (MAL) dan Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok yang dikelola IPC TPK.

Sebelumnya, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok Capt. Wisnu Handoko telah mengingatkan supaya importir dan eksportir benar-benar selektif dalam menggunakan truk saat mengorder untuk pengiriman barangnya.

“Kalau truk belum STID setelah tanggal 15 Mei 2022, dipastikan tak bisa masuk ke terminal petikemas di Priok, makanya harus gunakan truk yang sudah STID,” ucapnya, kepada Logistiknews.id, beberapa waktu lalu.

Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Jakarta, H Soedirman menghimbau agar truk di pelabuhan Priok segera comply dengan STID.

“Tetapi setahu kami kalau perusahaan yang sudah bergabung menjadi anggota Aptrindo, sudah semuanya mengadopsi STID,” ucap Soedirman saat dikonfirmasi logistiknews.id pada Kamis (18/5).(am)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.