Aptrindo DKI & Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Sepakati Perpanjangan Penerapan STID, Simak Pointnya….

  • Share
Ketua DPD Aptrindo DKI Jakarta Sudirman (kanan) dengan Executive General Manager (EGM) Regional 2 Tanjung Priok, Adi Sugiri (kiri) saat penandatanganan kesepakatan.[photo: Logistiknews.id/Akhmad Mabrori]

LOGISTIKNEWS.ID – Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Jakarta , dan manajemen Pelabuhan Tanjung Priok, bersepakat untuk melaksanakan segala persiapan penerapan kerjasama penggunaan Sistem Single Truck Identification (TID) pada Wilayah Kerja Pelabuhan Tanjung Priok, baik untuk Truk Pengangkut Petikemas maupun Truk Pengangkut Non Petikemas.

Hal tersebut dituangkan melalui berita acara yang ditandatangani antara Ketua DPD Aptrindo DKI Jakarta Sudirman dengan Executive General Manager (EGM) Regional 2 Tanjung Priok, Adi Sugiri, di Jakarta pada Rabu Siang  (4/10/2023).

Dengan adanya penandatangan berita acara itu, kedua belah pihak menyepakati beberapa point pelaksanaan STID di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

Pertama, bahwa terhadap Kartu Single TID uang elektronik yang mengalami kerusakan atau kehilangan karena kesalahan atau kelalaian Pengguna Jasa (Truk Pengangkut), maka Pengguna Jasa (Truk Pengangkut) diwajibkan untuk melakukan pelaporan kepada pihak berwajib terkait kehilangan dan pihak bank terkait kerusakan untuk segera ditindaklanjuti proses pembuatan kartu Single TID uang elektronik.

Atas kerusakan atau kehilangan kartu tersebut maka dikenakan biaya penggantian Kartu Single TID uang elektronik yang baru sebesar Rp 25.000 (dua puluh lima ribu rupiah) belum termasuk PPN 11%  atau dengan nominal lain apabila ada kenaikan biaya pencetakan kartu ulang.

Kedua, dalam rangka penerapan STID di Wilayah Pelabuhan Tanjung Priok dikenakan biaya pencetakan stiker kepada Pengguna Jasa (Truk Pengangkut) sebesar Rp.45.000 per stiker sudah termasuk PPN 11% sebagai biaya pencetakan dan biaya operasional penerbitan Stiker Nomor TID, termasuk desain dan pencetakan.

Ketiga, apabila terdapat permintaan atau permohonan pencetakan Stiker Nomor TID dari Pengguna Jasa (Truk Pengangkut) diluar Asosiasi, maka Pelindo Tanjung Priok dapat memberikan rekomendasi pencetakan Stiker Nomor TID kepada asosiasi trucking dengan biaya pencetakan sesuai dengan ketentuan.

Keempat, Asosiasi Trucking tersebut menjamin dan memastikan untuk tidak melakukan pemungutan dan/atau penambahan biaya kepada masing-masing Pengguna Jasa (Truk Pengangkut) dalam rangka pencetakan Stiker Nomor TID serta membebaskan pihak Pelindo dari segala tuntutan, klaim, gugatan dan/atau tidak sahnya jenis dan/atau bentuk stiker Nomor TID.

Kelima, Asosiasi Trucking agar memberikan laporan/informasi tertulis kepada Pelindo Tanjung Priok terkait hasil pelaksanaan pencetakan dan penyerahan Stiker Nomor TID kepada Pengguna Jasa (Truk Pengangkut).

Adapun pelaksanaan dan penerapan Single TID pada PT Pelabuhan Indonesia Regional 2 Tanjung Priok berlaku selama dua tahun sejak tanggal ditandatanganinya Berita Acara ini yakni sampai dengan tanggal 28 September 2025.

“Rencana awalnya, penandatanganan perpanjangan penerapan STID di Pelabuhan Tanjung Priok itu dilakukan pada akhir bulan September lalu, namun baru bisa kita laksanakan hari ini,” ujar Executive General Manager (EGM) Regional 2 Tanjung Priok, Adi Sugiri, kepada Logistiknews.id.

Sebagai informasi, STID merupakan identitas tunggal setiap truk, dengan sistem berbasis elektronik yang terkoneksi dengan sistem IT manajemen pelabuhan yang berisi database meliputi kelayakan teknis truk dan pengemudinya, termasuk data nomor polisi kendaraan/truk serta pemilik/perusahaan angkutannya.

Setelah sukses dengan penerapan Single Truck Identity Document (STID) terhadap Trucking Peti Kemas, bagi Truk Non Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok juga mesti terkoneksi dengan sistem STID di pelabuhan Tanjung Priok.[redaksi@logistiknews.id]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *