LOGISTIKNEWS.ID- Aktivitas layanan kapal, barang dan logistik dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok, lancar dan terkendali menjelang dan selama libur/cuti Hari Waisak yang jatuh hari ini, Senin 12 Mei hingga 13 Mei 2025.
Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputra menjelaskan, langkah antisipasi untuk menciptakan kelancaran arus barang dan logistik di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu menjelang dan selama libur/cuti bersama hari Waisak, telah dilakukan oleh KSOP Tanjung Priok dengan melibatkan semua unsur instansi maupun stakeholders terkait.
“Pada pekan lalu (sebelum libur) telah dikordinasikan oleh KSOP Tanjung Priok dengan melibatkan unsur Kepolisian, instansi terkait, asosiasi pelaku usaha dan semua pengelola terminal peti kemas di Tanjung Priok,” ujarnya kepada Logistiknews.id, pada Senin (12/5/2025).
EGM Tanjung Priok berharap kelancaran arus barang dan logistik serta iklim kondusif di pelabuhan dapat terus terjaga melalui kolaborasi semua pihak di pelabuhan.
“Alhamdulilah, sampai perhari ini, aktivitas di pelabuhan Tanjung Priok aman dan lancar terkendali,” ucap Yandri.

Seperti diberitakan Logistiknews.id sebelumnya, pada 7 Mei 2025 telah di lakukan Rapat koordinasi di Kantor Syahbandar dan Otoritas (KSOP) Pelabuhan Tanjung Priok yang dihadiri semua pengelola terminal petikemas internasional maupun domestik di pelabuhan itu, maupun Manajemen Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan Polres Jakarta Utara, Dinas Perhubungan Provinsi dan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara.
Pada Rakor itu dilakukan penyesuaian jadwal ekspor- impor sebagai bagian dari kebijakan strategis menghadapi potensi kepadatan selama libur panjang dalam kaitan libur dan cuti bersama hari Waisak.
Penyesuaian ini dilakukan untuk menjaga kelancaran pelayanan bongkar muat dan memastikan lalu lintas logistik tetap lancar selama periode libur itu.
Manajemen terminal di Pelabuhan Tanjung Priok, juga melakukan mitigasi dan antisipasi secara aktif dan sistemati berdasarkan data dari pengelola terminal, sehingga tidak terjadi lonjakan pada Yard Occupancy Ratio (YOR), kunjungan kapal, maupun aktivitas bongkar muat.
Berikut pola antisipasinya;
– Komunikasi yang terkolaborasi antara instansi pemerintah dan stakeholders di Pelabuhan Tanjung Priok secara intensif dan aktif melalui jaring komunikasi terpadu untuk mengurai kemacetan dalam pelabuhan dan luar pelabuhan sejak dini.
– Mengoptimalkan Pemindahan barang Penumpukan baik pindah lokasi penumpukan (PLP) ataupun over brengen (OB) dan receiving-delivery.
– Persiapan personal dan alat-alat pendukung dalam mengantisipasi kondisi darurat kemacetan lalu lintas seperti mobil derek, water barier, concrete barier dan mobil medis.
– Kepedulian setiap terminal untuk meningkatkan awareness dalam menjaga YOR, BOR dan volume receiving-delivery tetap pada level aman.
– Melakukan monitoring ketat melalui Command Center masing-masing terminal dan Pelindo Regional 2, yang terintegrasi dengan Marine Command Center (MCC) di KSOP Utama Tanjung Priok.[am]













