Jalur Denpasar-Gilimanuk Ambles, Pengusaha Truk Logistik Tekor

  • Share
Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Bali, I Ketut Anom Putra Darsana.

LOGISTIKNEWS.ID- Pengusaha truk pengangkut barang dan logistik mengaku alami kerugian cukup besar lantaran terhambatnya kegiatan distribusi akibat lumpuhnya akses di jalur utama Denpasar-Gilimanuk yang ambles sejak Minggu sore (6/7/2025). Akibatnya, truk tak bisa melewati jalan utama itu, harus menunggu satu bulanan perbaikan jalan raya tersebut.

“Sudah tiga hari distribusi barang terlambat, jalur utama Denpasar Gilimanuk lumpuh karena jalan jebol. Kendaraan truk, bus dan kendaraan roda 6 memutar jauh lewat jalur Singaraja. Untuk kendaraan R4 dan R2 bisa melewati jalur selatan polsek Selemadeg,” ujar Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan, saat zoom meeting bersama ketua Aptrindo Bali I Ketut Anom Putra Darsana dan Ketua Aptrindo Jawa Timur Sundoro, dan ketua  Surabaya, Aptrindo Jawa Tengah dan ketua Aptrindo Jabar, pada Rabu sore.

Ketua Aptrindo Bali I Ketut Anom Putera Darsana mengungkapkan lumpuhnya truk-truk pengangkut barang disebabkan jebolnya jalan raya, sehingga tak bisa dilewati, dan hanya motor yang masih bisa lewat. Kendaraan dari arah Gilimanuk, Jembrana, begitu juga dari Denpasar, tak bisa melintas.

Namun Tarigan maupun Anom menegaskan bahwa jebolnya jalan itu bukan disebabkan oleh truk kelebihan muatan atau ODOL. Menurutnya, banyak juga truk kontainer yang melintasi jalan raya tersebut.

Berdasarkan data rekapitulasi surat kawalan, jumlah kontainer 40 feet pada Januari 2025 tercatat 56 box, Februari 62 box, maret 80 box, April 60 box, mei 73 box, dan juni 56 box.

“Bayangkan saja jika per truk sehari mengangkut satu rit dengan ongkos Rp 1,5 juta, ratusan miliar pengusaha mengalami kerugian,” tambah Tarigan.

Anom juga menyampaikan bahwa hasil Rapat Koordinasi terkait penanganan emergensi putusnya Jalan raya Denpasar-Gilimanuk di Desa Bajera Perbaikan jalan di bajera sesuai penjelasan dari dinas PUPRKIM Prov bali dan Balai jalan membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan.

Menurut Anom, rapat yang dipimpin oleh Kadishub Provinsi Bali, didampingi oleh Kepala Bidang Lalu Lintas, juga diikuti Kadishub Banyuwangi, Kadishub Jatim, Ka BPTD Jatim, Ka BPTD Bali, Kadishub/Perwakilan Kabupaten/Kota (Tabanan, Buleleng, Jembrana, Badung, Denpasar, Karangasem), Kasat Lantas Polres/Polresta Se-Bali, Dinas PUPRKIM Kabupaten Tabanan, Dinas PUPRKIM Prov Bali, dan Satker Jalan wilayah I Bali.

Gemilang Tarigan, Ketum DPP Aptrindo

“Selain perbaikan jalan membutuhkan waktu satu bulan, juga menyimpulkan Antisipasi evaluasi akses jalan alternatif yang sudah dilaksanakan dari tadi malam didaerah Tabanan memerlukan evaluasi, jalur alternatif kendaraan kecil dari arah barat menuju Denpasar yaitu dari pasar bajera menuju selatan disarankan hanya 1 arah tidak 2 arah dengan mempertimbangkan lebar jalan, termasuk diberlakukan lalu lintas kepada masyarakat di pemukiman pada akses jalan tersebut mengikuti rambu lalu lintas portable yang akan disediakan,” katanya.

Sebaliknya jalur alternatif kendaraan kecil dari Timur menuju Gilimanuk dari timur melalui akses jalan utara keluar menuju barat pasar Bajera dengan pemberlakuan yang sama.

Jalan Alternatif

Untuk jenis kendaraan sumbu 3 untuk sementara dilakukan. penghentian/larangan masuk ke Bali dengan pertimbangan akses jalan alternatif menuju Buleleng untuk kendaraan sumbu 3 terkendala di daerah Git Git, alternatif sumbu 3 mengarah ke timur daerah Karangasem tidak disarankan.

BPTD Bali diminta berkoordinasi terkait usulan pelayanan Kapal Ferry dari Ketapang melalui Padangbai khusus untuk kendaraan sumbu 3 dengan pihak Gapasdap melalui ASDP. Apabila harus mempertimbangkan jenis barang yang dibawa, kendaraan sumbu 3 disarankan melakukan langsir kendaraan dengan kendaraan kecil.

Perbaikan Jalan Ambles di Akses Denpasar-Gilimanuk

BPTD Bali dan BPTD Jatim untuk dapat memfasilitasi surat edaran atau SKB melalui Dirjendat terkait pembatasan jenis kendaraan Sumbu 3 masuk Bali. BPTD juga  diminta untuk segera membuatkan flayer sebagai bahan sosialisasi himbauan terhadap pembatasan sementara sumbu 3 masuk Bali.

Sedangkan Kabupaten/Kota agar atensi kendaraan-kendaraan sumbu 3 yang terjebak parkir di badan jalan/struktur/ shortcut yang ada agar dipindahkan atau diarahkan pada kantong-kantong parkir yang ada di wilayah masing-masing.

Lalu BPTD dan Kabupaten/Kota juga diminta untuk membatu penyiapan rambu petunjuk informasi, berner sebagai bahan sosialisasi bersama.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, menjelaskan Jembatan Yeh Nu memang langganan banjir.

“Air dari tiga aliran menumpuk di jalan karena saluran air di jembatan yang tidak maksimal saat curah hujan tinggi,” ujarnya dikutip Antara.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *