Peninggian Dermaga Multipurpose Tanjung Emas Hampir Rampung, Agar Geliat Logistik di Jateng Tak Lagi Limbung

  • Share
Bongkar Coil dari MV Heli di Dermaga Samudera 2 yang dikelola operasikan SPMT di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Jawa Tengah pada Kamis 5 Feb 2026 (dok: Logistiknews.id/Akhmad Mabrori)

LOGISTIKNEWS.ID- Sinar matahari dirasa cukup menyengat saat penulis mengunjungi dermaga Samudera 1 dan Samudera 2 di kawasan pelabuhan Tanjung Emas Semarang Jawa Tengah (Jateng).

Truk trailer nampak berjejer menunggu pemuatan bongkaran kargo dari kapal untuk kemudian dilakukan delivery ke tujuan masing-masing.

Sebagai pelabuhan tersibuk di Jateng,  Tanjung Emas menjadi pintu gerbang ekonomi nasional lantaran aktivitas ekspor impor maupun domestiknya mayoritas dilakukan melalui fasilitas pelabuhan tersebut.

Sedang ada dua kapal general kargo melakukan aktivitas bongkar di dermaga non kontainer (multipurpose) pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang dikelola operasikan oleh Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT), pada Kamis siang (5/2/2036) ketika Logistiknews.id mengunjungi pelabuhan tersebut.

Kedua kapal itu yakni, MV Heli yang merupakan kapal internasional asal Tianjin China yang sedang melakukan bongkar 14.898 ton (3375 pcs) Coil. Kemudian MV Simore yang bongkar Pupuk Kering (domestik) 6.500 ton.

Selama ini, dermaga Samudera 1 dan 2 tersebut digunakan untuk melayani kapal non kontainer internasional dan domestik, maupun kontainer domestik (kondisional).

MV Heli sedang melakukan bongkar Coil di Pelabuhan Tanjung Emas (dok:Logistiknews.id)

Adapun MV Heli telah sandar di dermaga Samudera 2 Tanjung Emas pada Selasa 3 Februari 2026 pukul 20.00 Wib dan estimasinya selesai dilayani pada Sabtu 7 Februari 2026. Sedangkan MV Simore sandar pada 1 Februari 2026 pukul 18.38 Wib dan estimasi selesai dilayani (bongkar) 6 Februari 2026.

“Kondisi cuaca saat ini yang sering hujan cukup memengaruhi durasi kegiatan bongkar general cargo di pelabuhan,” jelas Deputi Branch Manager Operasi Pelabuhan Tanjung Emas, Ahmad Abidin, yang mendampingi saat kunjungan ke Dermaga Samudera 1 dan 2 Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, yang turut ditemani Guntur dari SPMT Tanjung Emas.

Namun, ditengah hiruk pikuk aktivitas kargo nonkontainer di pelabuhan itu, sejumlah pekerja juga sedang melakukan penyelesaian (finishing) peninggian dermaga Samudera 1 agar terhindar dari ancaman banjir rob.

Peninggian Dermaga Non-Kontainer (Multipurpose) Samudera 1 di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang (dok:Logistiknews.id)

Dengan penambahan ketinggian sekitar 2-3 meter pada dermaga Samudera 1 yang memiliki panjang 300 meter, sehingga nantinya ketinggiannya sama dengan dermaga Samudera 2 yang memiliki panjang eksisting 275 meter.

Bahkan, direncanakan pada akhir bulan ini atau selambatnya Maret 2026, proses pekerjaan peninggian dermaga Samudera 1  itu sudah rampung.

Di dermaga Samudera 2  juga kini sedang disiapkan rel untuk menempatkan 4 unit alat bongkar muat kontainer/quay container crane (QCC), sehingga nantinya fungsi dermaga ini untuk full kontainer.

Sedangkan dermaga Samudera 1 difungsikan penuh sebagai layanan nonkontainer di pelabuhan Tanjung Emas.

Kinerja Positif

Data resmi Pelindo menyebutkan, total arus barang nonpetikemas pada 2025 mencapai 4.868.254 ton, atau naik 5,6% dibandingkan realisasi 2024 yang tercatat 4.608.710 ton.

Branch Manager Pelindo Multi Terminal  Tanjung Emas, S. Joko dalam keterangannya, pada Kamis (5/2/2026) mengungkapkan, peningkatan kinerja juga terlihat pada pelayanan barang curah kering dalam negeri. Bahkan, sepanjang 2025, produktivitas curah kering mencapai 128,99 ton per gang per jam (T/G/H), atau naik 43% dibandingkan 2024.

Produktivitas tersebut ditopang optimalnya kegiatan bongkar muat sejumlah komoditas. Di antaranya bongkar clay dengan produktivitas 168,38 T/G/H, bongkar batubara rata-rata 157,40 T/G/H, serta bongkar jagung dan pupuk dengan rata-rata 101,95 T/G/H.

MV Simore yang melakukan bongkar Pupuk Kering (domestik) 6.500 ton di Pelabuhan Tanjung Emas (dok:Logistiknews.id)

Sementara itu, untuk barang nonpetikemas luar negeri, kinerja pelayanan juga mengalami peningkatan. Produktivitas curah kering pada 2025 tercatat 152,64 T/G/H, naik 6% dibandingkan 2024. Adapun produktivitas curah cair mencapai 158,36 T/G/H, atau meningkat 5%.

Selain arus barang, Pelindo juga mencatat peningkatan kualitas layanan kapal dalam negeri melalui optimalisasi Terminal Multipurpose. Pada 2025, kinerja Berthing Time (BT) atau waktu sandar kapal tercatat 47,35 jam, lebih efisien 13% dibandingkan 2024.

Efisiensi tersebut dipengaruhi meningkatnya aktivitas kapal domestik, antara lain bongkar LPG PT Opsico dengan rata-rata BT 18,91 jam, serta bongkar RBD Palm Olein dengan rata-rata 36,63 jam.

Manajemen Pelabuhan Tanjung Emas juga berkomitmen terus melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan untuk menekan waktu tunggu dan meningkatkan efektivitas bongkar muat di Terminal Multipurpose.

Dengan pengerjaan yang sudah lebih dari setahun, dan dengan hampir rampungnya peninggian dermaga Samudera 1 di pelabuhan Tanjung Emas itu, diharapkan bisa kian mendongkrak kinerja dan produktivitas pelabuhan serta percepatan layanan logistik guna mendorong pertumbuhan perdagangan maupun perekonomian Jawa Tengah.[Akhmad Mabrori]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *