LOGISTIKNEWS.ID– Pelaku usaha logistik di Jawa Tengah (Jateng) berharap dermaga Terminal Peri Kemas Semarang (TPKS) dapat diperpanjang hingga mencapai 1000 meter, dari yang eksisting saat ini hanya sekitar 600 meter.
Ketua Umum DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Tengah dan DIY, Teguh Arif Handoko mengemukakan, dengan perkembangan aktivitas perdagangan dan pertumbuhan throughput TPKS saat ini, juga sudah selayaknya dilakukan penambahan peralatan di fasilitas terminal Peti Kemas tersibuk di Jateng itu.
“ALFI Jateng sangat mendukung inovasi maupun modernisasi serta pengembangan terhadap TPKS untuk mengakselerasi layanan logistik dari dan ke pelabuhan Tanjung Emas,” ujar Teguh, kepada Logistiknews.id, di Semarang pada Jumat (6/2/2026).
Sebagai pelaku bisnis, Teguh mengingatkan perlunya respon cepat dalam pengembangan fasilitas TPKS) guna mengantisipasi pertumbuhan arus barang mengingat pada tahun 2025 throughput TPKS telah tembus 1 juta twenty foot equivalent units (TEUs), dan pada 2026 menargetkan 1,1 juta TEUs. Termasuk rencana menambah alat bongkar muat petikemas atau quay container crane (QCC)
Dia juga mengapresiasi implementasi dan penyempurnaan terminal booking system (TBS) di TPKS yang selama ini cukup efektif memperlancar arus logistik lantaran layanan receiving dan delivery (R/D) petikemas oleh trucking dapat terjadwal sehingga mengurangi antrean dan kepadatan di pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Apalagi, untuk mendukung TBS itu juga disiapkan sarana waiting area untuk truk dan driver yang dilengkapi ruang tunggu, mushola, dan juga toilet.

Pada Kamis siang (5/2/2026), Logistiknews.id, berkesempatan melihat langsung aktivitas TPKS.
Pada Semester I tahun ini, Manajemen TPKS juga berencana mendatangkan 4 unit quay container crane (QCC) untuk mendukung operasional bongkar muat di Terminal itu.
Dengan tingkat pertumbuhan arus petikemas TPKS setiap tahunnya rerata 15%, manajemen TPKS juga akan terus melakukan penguatan kapasitas, peningkatan efisiensi, dan akselerasi digitalisasi layanan.
Bahkan pada tahun ini, akan dimulai proses peninggian dermaga dan area container yard TPKS, modernisasi peralatan bongkar muat melalui penambahan 27 unit Head Truck dan Chasis, serta pengadaan 4 unit QCC yang memiliki kapasitas full twin-lift serta jangkauan (row) yang lebih jauh hingga 16 meter.
Selain itu, merampungkan elektrifikasi 3 unit rubber tyred gantri crane (RTG), penguatan sistem teknologi informasi terintegrasi dan peningkatan kompetensi SDM sejalan dengan transformasi terminal berbasis planning and control.[am]













