Akses Pelabuhan Kendari Mirip Kubangan & Hambat Logistik, ALFI Desak Ada Solusi

  • Share
Kondisi Akses Jalan KNP yang rusak dan mirip kubangan

LOGISTIKNEWS.ID- Pelaku usaha logistik mendesak adanya solusi cepat terhadap kelayakan akses jalan dari dan ke terminal petikemas pelabuhan Kendari atau Kendari New Port (KNP) yang berada di Pulau Bungkutoko, Sulawesi Tenggara.

Pasalnya, meskipun KNP yang mulai dioperssikan sejak tahun 2019 dengan akses jalan masuk sekitar 1,7 Km dari jalan utama itu hingga kini kondisi fisiknya memprihatinkan mirip kubangan lantaran hanya berupa pengerasan tanah dan belum di lakukan pengaspalan.

“Kondisi jalan seperti ini sangat berisiko bagi angkutan berat termasuk truk pengangkut kontainer dari dan KNP sehingga aktivitas distribusi logistik yang termuat dalam kontainer menjadi terhambat. Dengan kata lain logistik tidak efisien,” ujar Abd. Rahim Nabok, Ketua Umum DPW ALFI/ILFA Prov. Sulawesi Tenggara, kepada Logistiknews.id, pada Jumat pagi (11/7/2025).

Dia mengatakan, kondisi jalan KNP yang tidak layak itu juga menyebabkan biaya tinggi pada komponen spare part kendaraan/truk. Bahkan, barang-barang tertentu yang termuat dalam kontainer seringkali alami kerusakan akibat guncangan seperti produk air galon, barang pecah belah, dan lainnya.

Rahim mengungkapkan, jika musim penghujan jalanan tersebut seperti kubangan kerbau dimana mobil-mobil jasa pengurusan transportasi atau JPT  banyak mengalami kerusakan spare part seperti patah veer,  ban pecah, pin lock trailler terlepas dari head trucknya akibat jalan tidak rata (bergelombang dan berlubang), hingga ada mobil yang jatuh ke laut karena pinggiran jalan yang longsor.

Abd. Rahim Nabok, Ketua Umum ALFI Sulawesi Tenggara.

Namun jika musim kemarau jalan tersebut berdebu dan berimbas hingga ke pemukiman warga sekitar. Akibatnya para warga setempat protes dan melalukan demo hingga menutup jalan akses masuk pelabuhan.

“Dampaknya kegiatan operasional kegiatan receiving dan delivery stop, dan kerugian besar muncul bagi para pelaku usaha logistik maupun JPT di Kendari,” paparnya.

Rahim menceritakan, beberapa kali para sopir-sopir truk kontainer melakukan aksi mogok kerja akibat jalan rusak dan tak laik dari dan menuju KNP itu. Alassnnya, selain tidak safety, para Sopir Truk khawatir armadanya terbalik atau tertanam dilumpur.

“Mereka menuntut perbaikan jalan, akhirnya DPW ALFI Sultra inisiasi dan kordinasi Pelindo agar diadakan penimbunan sementara, akhirnya jalanan tersebut ditimbun sebanyak 200 ret timbunan, dan para sopir mau masuk beraktivitas lagi,” ungkap Rahim.

Aksi Demo Sopir Trailer

Ketum ALFI Sukawesi Tenggara itu mengatakan penimbunan jalan tersebut sudah yang ketiga kalinya dilakukan melalui kolaborasi antar stakeholders agar kegiatan di pelabuhan Kendari bisa berjalan.

“Namun kondisi jalan tetap kembali tidak laik karena belum di aspal dan tidak rata. Sehingga pada 2 Juli 2025 lalu  para sopir Petikemas melakukan demo ke kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara dengan masa sekitar 100 orang lengkap serta membawa mobil Head Trucknya,” ucapnya.

Kalangan pengusaha pelayaran di Kendari juga berharap akses jalan sebagai pendukung fasilitas pelabuhan tersebut mestinya menjadi perhatian serius. Sebab, kalau fasilitasnya semua dipenuhi akan banyak kapal yang akan melakukan kunjungan Pelabuhan Kendari.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *