Coreng Citra Pelabuhan, Enam Asosiasi Minta KSOP Panjang Tertibkan Truk 

  • Share
Pelabuhan Panjang, Lampung

LOGISTIKNEWS.ID- Asosiasi pelaku usaha di Pelabuhan Panjang Lampung meminta dilakukan penertiban operasional dan keamanan truk dalam wilayah pelabuhan itu untuk menjaga kondusifitas iklim usaha dan menjadikan pelabuhan Panjang sebagai hub regional sumatera bagian selatan (sumbagsel).

Bahkan, baru-baru ini enam asosiasi kemaritiman di Panjang secara resmi menyatakan perlunya dilakukan penertiban operasional dan keamanan truk dalam wilayah pelabuhan.

Pernyataan itu dituangkan melalui surat bersama oleh enam asosiasi tersebut yang ditujukan kepada Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Panjang pada 11 Juli 2025.

Surat tersebut ditandatangani Ketua DPD Organda Khusus Pelabuhan Panjang Lamsihar Sinaga, Ketua DPW Asosiasi Perusahaan Bomgkar Muat Indonesia (APBMI) Lampung H.Gaganden, Ketua BPD Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Lampung Muhammad Yusuf Kohar, Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Lampung H.Senoharto, Ketua DPD Gabungan Perusahaan Eksportir Indonesia (GPEI) Lampung Muhammad Yusuf Kohar, dan Ketua DPC Indonesia National Shipowners Association (INSA) Lampung Yusirwan.

Surat tersebut juga ditembuskan kepada Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, dan General Manager PT Pelindo Regional 2 Panjang.

Dalam surat itu yang diperoleh redaksi Logistiknews.id tersebut meyatakan tiga hal yang perlu ditindaklanjuti oleh KSOP Panjang.

Pertama, melarang operasional truk yang tidak sesuai standar seperti adanya tambahan patch/pet truk yang tidak sesuai peruntukan. Patch atau pet truk yang diperkenankan hanyalah yang berbentuk datar tanpa ada dinding yang bisa untuk menyimpan barang.

Kedua, melakukan pengawasan terhadap kegiatan timbangan yang ada didalam pelabuhan sehingga hasil timbangan akurat dan valid sebagai acuan untuk memastikan kesesuaian jumlah barang dari dan atau ke pelabuhan.

Ketiga, memastikan keamanan barang melalui koordinasi dengan instansi terkait seperti Kepolisian, Dinas Perhubungan dan Badan Penyelenggara Transportasi Darat (BPTD) untuk sinergi dalam pengaturan dan pengawasan angkutan barang Pelabuhan Panjang di luar wilayah pelabuhan.

Pengurus keenam asosiasi itu meyakini bahwa langkah ini sangat penting untuk menjaga keamanan, kelancaran serta kenyamanan kegiatan logistik dan distribusi barang di pelabuhan Panjang.

Surat itu sekaligus menindaklanjuti hasil audiensi antara asosiasi maritim di pelabuhan Panjang yakni GPEI, GINSI, ALFI, APBMI Organda dan INSA dengan Kepala KSOP Pelabuhan Panjang, pada 10 Juli 2025.

Hal tersebut lantaran adanya kekhawatiran dan keresahan atas maraknya praktik penggelapan barang oleh oknum Sopir dengan modus penggunaan kompartemen tambahan patch/pet truk yang sebenarnya adalah untuk penyimpanan terpal tetapi dimodifikasi menjadi bak yang bisa digunakan untuk menyimpan barang dalam jumlah besar.

Kondisi ini dinilai telah mencoreng citra baik pelabuhan Panjang yang selama ini aman dan nyaman.

Saat dikonfirmasi Logistiknews.id pertelpon pada Kamis siang (17/7/2025), Ketua DPW ALFI Lampung H.Senoharto mengemukakan bahwa saat ini seluruh stakeholders sedang melakukan pembenahan untuk menjadikan pelabuhan panjang sebagai hub regional di sumbagsel.

Tujuannya, agar supaya pelabuhan Panjang lebih banyak lagi sisinggahi kapal dan aktivitas logistik semakin meningkat.

Terkait dengan penataan dan keamanan truk sebagaimana keinginan dalam surat yang ditandatangani oleh enam asosiasi di Pelabuhan Panjang, Ketua ALFI Panjang  mengatakan bahwa hal itu juga merupakan salah satu komitmen bersama para stakeholders untuk menjadikan pelabuhan Panjang lebih aman dan bersahabat terhadap iklim bisnis.

“Terkait penataan pet truk itu hingga kini masih dibahas. Disisi lain sekarang ini kita juga sedang konsen untuk menerapkan single truk identification document (STID) Truk di layanan non petikemas. Kalau yang petikemas sudah berjalan,” ucapnya.

Ketua GINSI yang juga GPEI Lampung, Muhammad Yusuf Kohar juga mengatakan bahwa pembahasan penataan dan keamanan truk di pelabuhab Panjang, masih berlangsung.

“Yang pasti semangatnya adalah untuk menciptakan iklim usaha kondusif dan ekonomi di Lampung bisa tumbuh sehingga eknomi nasional juga tumbuh,” ujar Yusuf Kohar.saat dihubungi Logistiknews.id pada Kamis siang (17/7/2025).[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *