Targetkan The Best Bulk Operator, Dirut KBS : Business Can Not Wait

  • Share
Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), Akbar Djohan

JAKARTA – PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), menargetkan dapat menjadi the best bulk port operator di Indonesia. Perusahaan juga terus meningkatkan transaksi kegiatan impor-ekspor, mengembangkan potensi bisnis baru di bidang jasa logistik, pemandu dan jetty management.

“Targetnya secepat mugkin, business can not wait,” ujar Direktur Utama KBS, Akbar Djohan kepada logistiknews.id, pada Minggu (2/5/2021).

Akbar menjelaskan, pihaknya akan terus mendukung prioritas pemerintah untuk meningkatkan kargo melalui moda laut dan memperluas pelayanan tidak hanya internal saja tetapi bisa digunakan perusahaan-perusahaan lain secara lebih komersial.

PT KBS, anak usaha PT Krakatau Steel (Persero) yang mengelola Pelabuhan Cigading, saat ini sudah memiliki sistem jasa logistik yang terintegrasi dan tidak hanya melayani kargo milik Krakatau Steel & grup saja, melainkan juga melayani pengiriman untuk komersial.

PT KBS juga menghadirkan teknologi bongkar muat dan sistem informasi baru yang terjangkau dan adaptif dengan pelayanan front-end diintegrasian oleh sistem infomasi (SAP 4 HANA & POCIS – Port of Cigading Information System).

Dia mengatakan, Pelabuhan Cigading memiliki lokasi strategis ‘Golden Area of Sunda Strait‘. Pelabuhan Cigading yang PT KBS punya terhubung dengan Kawasan industri, sehingga mudah di akses melalui jalan tol dan kereta api dan memiliki kedalaman -21 LWS yang dapat menangani super Capesize Ship dengan bobot 200.000 DWT.

Pelabuhan Cigading PT KBS, juga merupakan pelabuhan umum curah kering terbesar di Indonesia, dengan total kapasitas bongkar muat 25 juta ton per tahun (TPY), memiliki 17 dermaga dengan kapasitas sandar kapal kelas internasional.

Pelabuhan ini dilengkapi fasilitas 15 crane dan Integrated Warehouse (IWH) khusus untuk food & feed sebesar 200.000 ton, 10 Gudang tertutup 215.000 ton yang bisa dimaksimalkan untuk melakukan pengiriman.

Akbar memaparkan, PT KBS telah menghadirkan layanan logistik terintergrasi (one stop service) dimana PT KBS memiliki tiga anak perusahan dan satu joint venture di bidang pelayanan logistik baja dan non-baja yang menjadikan PT KBS sebagai Port Centric Logistics Company.

Selain itu, mengunakan layanan electric supply, water supply, bunkering HSP dan MFO, ship waste management.

PT KBS, imbuhnya, sangat memperhatikan layanan yang bisa kita sediakan, dan juga terus berinovasi agar bisa memberikan pelayanan yang terbaik dan efesien.

“Dengan kemampuan bongkar menggunakan Crane Ship Unloader (CSU) berkecepatan 20 ribu ton perhari yang langsung mengarah ke IWH kita, yaitu gudang berkapasitas sampai 200 ribu ton, kami berusaha menghadirkan layanan One Stop Service yang cepat dan efisien bagi pelanggan,” ujar Akbar Djohan.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.