Bea Cukai Akselerasi Logistik dan NLE di Semarang & Batam

  • Share
National Logistic Ecosystem

LOGISTIKNEWS.ID – Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, melakukan monitoring, evaluasi dan perbaikan terhadap implementasi sistem arus logistik pelabuhan di berbagai daerah.

Hal itu dilakukan guna akselerasi arus logistik secara transparan dan akuntabel dalam rangka percepatan penerapan program National Logistic Ecosystem (NLE) di sejumlah pelabuhan di Indonesia.

Baru-baru ini instansi itu melakukan pertemuan dengan stakeholders di Semarang dan Batam guna mendorong percepatan arus logistik di pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan Pelabuhan Batu Ampar Batam.

“Sinergi dan kolaborasi antar pihak yang terlibat dalam arus logistik barang di pelabuhan sangat diperlukan, bersama mewujudkan arus logistik yang cepat, transparan dan akuntable melalui program yang sesuai dengan Instruksi Presiden nomor 5 tahun 2020,” ujar Hatta Wardahana, Kasubdit Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, dikutip dari laman Bea dan Cukai, Selasa (22/2/2022).

Di Semarang, Bea Cukai Tanjung Emas menyelenggarakan Sosialisasi Depo Container Online bersama Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Emas Semarang, TPKS PT Pelindo Regional Jawa Tengah serta Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI) Jawa Tengah dan Yogyakarta, pada 11 Februari 2022.

Kegiatan ini merupakan upaya untuk mempercepat persiapan Depo Kontainer Online dalam penerapan program National Logistic Ecosystem (NLE) di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Dia mengatakan bahwa depo kontainer memiliki peran penting dalam program NLE, karena dapat mendorong pergerakan kontainer dalam kegiatan impor dan ekspor.

“Melalui sosialisasi ini diharapkan para pelaku usaha depo container di Jawa Tengah dan DIY yang tergabung dalam ASDEKI dapat bergabung dengan platform NLE guna percepatan arus logistik barang pada Pelabuhan Tanjung Emas,” ujar Hatta.

Ketua ASDEKI Jateng dan DIY, Reymond mengatakan, fasilitas depo kontainer di Jawa Tengah dan DIY siap mendukung program NLE dari pemerintah khususnya di Pelabuhan Tanjung Emas. “Kami juga berharap ASDEKI dan Bea Cukai dapat meneruskan kemitraan yang baik,” ucap Reymond.

Auto Gate

Bea Cukai Batam, juga terus meningkatkan pemahaman pengguna jasa terkait penerapan Auto Gate System (AGS) di Pelabuhan Batu Ampar.

Instansi tersebut menggelar kegiatan diseminasi monitoring dan evaluasi penerapan AGS pada 24 Januari 2022 lalu, dengan menghadirkan narasumber dari Bea Cukai Batam dan Pusat Data dan Sistem Informasi BP Batam dan 21 perusahaan yang bergerak di bidang logistik.

Hatta menjelaskan, penerapan AGS di Pelabuhan Batu Ampar adalah implementasi dari salah satu pilar utama program Batam Logistics Ecosystem (BLE), yaitu perbaikan terhadap infrastruktur tata ruang dan sistem kepelabuhanan yang mendukung digital and green port.

Dalam kegiatan tersebut, juga disimulasikan mekanisme kerja AGS, mulai dari kedatangan kontainer hingga penerbitan surat persetujuan pengeluaran barang (SPPB).

“Dengan sistem AGS akan mempermudah proses inventarisasi logistik yang ada di Pelabuhan Batu Ampar, sehingga penarikan data dapat dilakukan dengan mudah dan aktual, meminimalisir jumlah petugas untuk memantau perpindahan barang, tidak diperlukan cap basah pada SPPB karena sudah terintegrasi dengan sistem DJP, hanya dibutuhkan beberapa detik agar gate dapat terbuka dengan syarat semua data telah sesuai, dan setiap pihak yang masuk ke dalam pelabuhan dapat diketahui sehingga area pelabuhan lebih clear,” jelas Hatta.

AGS akan menjadi satu-satunya pintu masuk bagi sarana pengangkut barang di Pelabuhan Batu Ampar, selain itu AGS juga dilengkapi dengan kamera pengawas yang mampu melakukan pelacakan nomor plat head truck dan nomor kontainer, sehingga proses pengawasan lalu lintas barang akan lebih baik.(syifa)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.