LOGISTIKNEWS.ID- Perusahaan Truk yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Jakarta beraudiensi dengan Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI) DKI Jakarta, pada Senin (17/2/2025).
Pertemuan itu dalam rangka membahas dan mencari solusi mengenai kemacetan yang seringkali terjadi saat pelayanan pengembalian maupun pengambilan kontainer kosong di depo di luar pelabuhan. Belum lagi, persoalan kemacetan akses dari dan ke depo kontainer tersebut yang selama ini menjadi penopang aktivitas pelabuhan Tanjung Priok.
Pertemuan kordinasi tersebut dihadiri langsung Ketua Caretaker Aptrindo DKI Jakarta Dharmawan Witanto didampingi H.Anas (termasuk sejumlah pengurus dan anggota), serta Ketua DPW ASDEKI Jakarta Abdul Yacub dan Ikhsan Taufik (Pengurus).
Dalam pertemuan itu, Aptrindo menegaskan tiga point yang perlu mendapat perhatian para pengelola depo kontainer.
Pertama, Kedepannya Pengusaha Truk Aptrindo DKI akan bersikap lebih tegas dalam kegiatan pengambilan atau pengembalian kontainer di depo yang kondisinya padat atau macet.
Kedua, Meminta ASDEKI untuk menyebar market share kontainer di depo anggotanya sehingga tidak ada lagi salah satu atau beberapa depo saja yang alirannya berebih atau over flow.
Ketiga, Agar tidak ada lagi pembayaran jasa lift on-lift off (Lo-Lo) yang ditalangi dulu oleh pihak Trucking ke depo, tetapi bisa melalui sistem online sehingga bisa dibayarkan langsung oleh perusahaan forwarding maupun pemilik barang (eskportir-importir). Dalam hal ini pihak ASDEKI akan menyosialisasikannya ke forwarding atau pemilik barang.
Pihak ASDEKI Jakarta merespon positif semua masukan yang disampaikan oleh Aptrindo DKI Jakarta.
Menurut ASDEKI, karakteristik depo ada dua karegori yakni depo multi customer /shipping line dan yang hanya melayani customer/shipping line tertentu saja.
Kendati begitu, ASDEKI mengakui bahwa masih ada beberapa depo sebagai penyumbang masalah kemacetan sehingga Aptrindo DKI mendesak pengelola Depo Kontainer ASDEKI bisa mengurai kemacetan-kemacetan di layanan depo dan mesti ada standar waktu tertentu layanan depo.
Dalam pertemuan itu juga terungkap, bahwa khusus pelayanan ekspor di depo perlu di prioritaskan. Pasalnya lamanya layanan pengambilan kontainer ekspor di depo dikarenakan pihak trucking seringkali memilih-milih kontainer. Selain itu dibahas mengenai Standar Operation Prosedur (SOP) minimum Layanan Depo termasuk terhadap layanan pencucian kontainer (cleaning) di depo.
“Kami terbuka kalau ada pelayanan kami (anggota ASDEKI) yang kurang baik silahkan sampaikan ke kami,” ujar Ikhsan yang langsung diamini Yacub.
Hasil pertemuan itu juga disepakati bahwa ASDEKI akan membuat standard pelayanan minimum (SPM) untuk depo kontainer anggotanya.
Selain itu kedua belah pihak juga sepakat untuk membuat WhatsApp (WA Group) bersama antara ASDEKI Jakarta dan Aptrindo DKI Jakarta, sebagai wadah komunikasi bersama.[am]













