Mengintip Produktivitas Terminal Satelit Semayang, yang Kian Melayang

  • Share
Kapal Ro-Ro Sinfoni Sejati Jakarta, Sandar di dermaga IKT, Terminal Satelit Semayang pada Senin 15 Desember 2025 [Dok:Logistiknews.id/Akhmad Mabrori]

LOGISTIKNEWS.ID- Langit masih cukup cerah saat penulis dan sejumlah rekan wartawan lainnya tiba di dermaga khusus roll on- roll off (Ro-Ro) pelabuhan Semayang Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim) yang dikelola operasikan oleh PT Indonesia Kendaraan Terminal/IKT, Tbk (IDX:IPCC), pada Senin (15/12/2025).

Sebuah Kapal Ro-Ro yakni Sinfoni Sejati Jakarta, dengan International Maritime Organization (IMO) Number 9197616, nampak sedang melakukan aktivitas bongkar di dermaga yang kini dijukuki Terminal Satelit IKT di pelabuhan Semayang Balikpapan itu.

Aktivitas tersebut sekaligus menggambarkan geliat yang seolah tak pernah berhenti di terminal yang dikelola IKT di pelabuhan Semayang Balikpapan Kaltim.

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX:IPCC) sebagai operator terminal kendaraan,  berada dibawah pengelolaan Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT). Saat ini IKT atau IPCC tercatat sebagai emiten yang memiliki fundamental kuat dan fasilitas layanan berkelas dunia.

Sebelumnya, Kapal Sinfoni Sejati Jakarta berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok dan telah sandar sejak Minggu (14/12/2025) di dermaga IKT Semayang Balikpapan untuk melakukan bongkar besi beton, plat, serta sambungan pipa kontruksi untuk kebutuhan kelanjutan pembangunan / infrastruktur Ibukota Nusantara (IKN).

Memang peran Terminal satelit Semayang Balikpapan kini bisa diandalkan dalam mendukung aktivitas distribusi kendaraan maupun logistik kebutuhan IKN, terutama telah dibangun jalan tol menuju IKN sehingga pergerakan kendaraan lebih mudah dan cepat.

Ahmad Efendi, Staf Operasional IKT Semayang Balikpapan, menuturkan rata-rata ada 80-an kapal setiap bulannya yang sandar dan dilayani di dermaga IKT itu dengan rincian sekitar 60-65 kapal Ro-Ro Penumpang (Ropang) serta 15-17 kapal Ro-Ro khusus kendaraan dan alat berat.

Untuk jumlah kendaraan (mobil) yang diangkut perkapal rata-rata sebanyak 200-300 unit, belum termasuk alat berat yang jika akumulasi bisa mencapai 400 unit perkapal.

Ahmad Efendi

Adapun market share yang eksisting dari terminal satelit tersebut antaralain melayani kapal Ro-Ro Penunpang  PT Amali (sebanyak 2 kapal) rute Priok-Balikpapan, Balikpapan-Makasar dan Jakarta-Makasssar-Balikpapan. Kemudian Kapal PT Fajar Bahari Nusantara dengan rute Marunda- Balikpapan (sebulan 4 kali).

Juga ada kapal Ro-Ro penumpang antara lain; Dharma Verry 5 dan 7 dengan rute Surabaya-Balikpapan, Dharma Kencana 5 dengan rute Surabaya-Balikpapan, dan bisa juga singgah ke Doggala (Palu), dan Dharma Kartika 9 rute Pare Pare -Balikpapan.

Selain itu, 2 unit kapal Fajar Jembatan Nusantara yakni Madani Nusantara dan Swarna Bhatera dengan rute Pare Pare – Balikpapan, serta 2 kapal PT Damai Lintas Nusantara (DLN) yakni Kapal Ro-Ro Mandalika dan Ro-Ro Nusantara yang melayani rute Surabaya-Balikpapan.

Sedangkan Ro-Ro Kendaraan, antaralain 2 kapal PT Amali (MM Sejati dan Silo Sejati), Fajar Bahari (9-10 Kapal), serta ada pula KM Eco dan KM Mahardika Sarana.

“Untuk pelayanan bongkar kendaraan jenis mobil rerata 10-12 jam perkapal. Adapun kapasitas lapangan penumpukan mobil di IKT Semayang bisa menampung sekitar 300 mobil,” ujar Efendi.

Buffer Area

Namun dibalik geliat aktivitas terminal satelit Semayang Balikpapan itu, kini masih dibutuhkan penambahan wilayah penyangga atau buffer area untuk penumpukan/parkir kendaraan terutama saat aktivitas bongkar muat mobil dan alat berat sedang padat.

Selain itu, masih perlu untuk melakukan perpanjangan dermaga yang kini hanya 491 meter, agar bisa melayani kapal Ro-Ro lebih banyak lagi dimasa mendatang.

Berdasarkan data IKT/IPCC, produktivitas bongkar muat Mobil melalui Terminal Satelit Semayang Balikpapan selama periode Januari s/d November 2025 mencapai 97.458 unit yang berasal dari bongkar 64.916 unit dan muat 32.542 unit. Untuk Motor sebanyak 22.276 unit dengan rincian bongkar 11.970 unit dan muat 10.306 unit.

Kemudian, bongkar muat Truk/Bus mencapai 50.673 unit dengan rincian bongkar 26.777 unit dan muat 23.896 unit. Alat berat sebanyak 5.584 unit dengan rincian bongkar 4.115 unit dan muat 1.719 unit.

Sedangkan bongkar muat general cargo atau kargo umum tercatat 40.667 M3 dengan rincian bongkar 37.467 M3 dan muat 3.200 M2.[Akhmad Mabrori]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *